Trump Klaim Iran Ajak Negosiasi setelah Diancam Serangan Militer
Unjuk rasa kemudian menyebar ke penjuru Iran dan agendanya pun meluas hingga isu biaya hidup serta perlawanan terhadap rezim ulama Iran yang telah memerintah negara itu sejak Revolusi Islam 1979.
Pemadaman internet sejak Kamis pekan lalu dan masih berlangsung saat ini bak bahan bakar yang membuat kerusuhan semakin menjadi-jadi.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan pemerintahannya siap mendengarkan tuntutan para demonstran. Namun dia juga mendesak masyarakat untuk menghindari pihak-pihak yang membawa agenda tertentu yakni "perusuh" dan "unsur teroris" guna menimbulkan kekacauan.
Dia menuduh Israel dan AS dalang di balik kerusuhan di Iran.
"Orang-orang sama yang menyerang negara ini, berusaha membuat parah kerusuhan ini, terkait dengan masalah ekonomi," ujarnya.
Trump dijadwalkan bertemu dengan penasihat seniornya pada Selasa besok untuk membahas opsi bagi Iran.
Surat kabar The Wall Street Journal melaporkan, opsi tersebut termasuk serangan militer, penggunaan senjata siber rahasia, perluasan sanksi, dan pemberian bantuan secara online kepada pihak-pihak anti-pemerintah.
Trump juga berencana berbicara dengan Elon Musk tentang pemulihan internet di Iran.
Editor: Anton Suhartono