Trump Klaim Serangan AS ke Fasilitas Nuklir Iran Bikin Timur Tengah Stabil
Serangan ke Iran dan Gencatan Senjata di Gaza
Trump mengaitkan serangan udara AS ke tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni 2025 dengan keberhasilan diplomasi yang terjadi beberapa bulan kemudian. Ia menilai tindakan keras terhadap Iran membuat kelompok-kelompok di kawasan, termasuk Hamas, lebih terbuka terhadap kesepakatan damai.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel ditandatangani di Kairo, Mesir, Rabu (8/10/2025), sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap awal yang diusulkan langsung oleh Trump.
Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menyebut kesepakatan itu sebagai tonggak penting menuju stabilitas regional. “Semua sandera akan segera dibebaskan dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati. Ini langkah pertama menuju perdamaian yang kuat dan abadi,” tulisnya.
Klaim Stabilitas Lewat Kekuatan
Pernyataan Trump menegaskan kembali doktrin khasnya dalam kebijakan luar negeri: ‘peace through strength’, perdamaian dicapai melalui kekuatan. Dia menilai pendekatan keras terhadap Iran justru membuka jalan bagi negosiasi dan kompromi di Timur Tengah.
“Tanpa menunjukkan kekuatan, tidak ada yang akan menghormati kita. Dan tanpa rasa hormat, tidak akan ada perdamaian,” katanya.