Trump Komitmen Ingin Berdamai dengan Iran, tapi...
WASHINGTON, iNews.id - Gedung Putih menegaskan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tetap berkomitmen mencapai perdamaian dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Namun, pemerintahan Trump juga menegaskan AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer dalam menyelesaikan konflik.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan, Trump tetap memegang komitmen terhadap proses perdamaian dan gencatan senjata. Meski demikian, menurut dia, Washington tetap memiliki hak untuk membalas setiap tindakan agresif dari Iran.
“Sejauh yang kami ketahui, kami tetap menepati janji gencatan senjata,” kata Leavitt, seraya menambahkan, meski Trump tetap berkomitmen pada proses perdamaian, AS tetap memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer.
“Kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” ujarnya.
Leavitt juga menyampaikan harapan pemerintahan Trump agar perundingan dengan Iran dapat menghasilkan kesepakatan damai permanen. Namun, dia menegaskan Trump hanya akan menandatangani kesepakatan jika seluruh poin dalam perjanjian mengutamakan kepentingan nasional Amerika Serikat.
Sementara itu, Trump mengungkapkan Iran telah meminta pertemuan untuk membahas ketegangan yang dipicu sengketa mengenai Selat Hormuz. Dia mengirim utusan AS ke Doha, Qatar, untuk menghadiri pertemuan tersebut pada Selasa (30/6/2026).
"Iran meminta pertemuan. Pertemuan akan berlangsung besok di Doha," kata Trump melalui akun Truth Social, Senin (29/6/2026).
Trump mengirim utusan khusus Steve Witkoff serta penasihat Jared Kushner ke Doha untuk melakukan pembicaraan dengan pihak Iran. Pertemuan tingkat tinggi itu diperkirakan berlangsung di sela-sela negosiasi teknis.
Sebelumnya, portal berita Axios melaporkan AS dan Iran sepakat menyelesaikan perbedaan pandangan terkait Selat Hormuz. Ketegangan yang memicu aksi saling serang sejak Jumat pekan lalu disebut berawal dari perbedaan penafsiran terhadap salah satu poin Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yakni mengenai lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.
Namun, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah adanya pembicaraan teknis dengan AS yang dijadwalkan berlangsung pekan ini di Doha. Meski demikian, dia memastikan konsultasi dengan dua negara mediator, Pakistan dan Qatar, masih terus berjalan.
Editor: Anton Suhartono