Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tolak Permintaan Trump Ampuni Netanyahu, Presiden Israel: Kami Negara Berdaulat
Advertisement . Scroll to see content

Trump Sebut Presiden Israel Herzog Seharusnya Dipermalukan, Kenapa?

Jumat, 13 Februari 2026 - 07:38:00 WIB
Trump Sebut Presiden Israel Herzog Seharusnya Dipermalukan, Kenapa?
Donald Trump menyerang Presiden Israel Isaac Herzog dengan menyebut seharusnya dia dipermalukan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang mitranya dari Israel, Isaac Herzog, karena tidak mau mengampuni Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari tuduhan korupsi. Dia mengatakan, Herzog seharusnya malu pada diri sendiri.

Pada November 2025, Trump mengirim surat kepada Herzog, memintanya untuk memberikan pengampunan kepada Netanyahu di tengah persidangannya kasus korupsi yang telah berlangsung sejak 2019.

"Anda punya seorang presiden yang menolak untuk memberi pengampunan kepadanya (Netanyahu). Saya kira orang itu (Herzog) seharusnya malu pada diri sendiri, pengampunan atas persidangan yang sedang berlangsung ini, kekuasaan utama yang dimilikinya merupakan kekuasaan untuk memberi pengampunan," kata Trump, di Gedung Putih, seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (13/2/2026).

Trump melanjutkan, Herzog beberapa kali mengatakan akan mengampuni Netanyahu, namun sejauh ini belum menunjukkan komitmennya.

"Dia tidak ingin melakukannya karena saya kira dia akan kehilangan jabatan. Saya kira rakyat Israel seharusnya benar-benar mempermalukannya," ujarnya.

Netanyahu didakwa dengan tuduhan penyuapan, penipuan, dan menyalahgunakan kepercayaan publik. Tuduhan penyuapan merujuk pada keputusannya mempromosikan regulasi yang menguntungkan Bezeq, perusahaan telekomunikasi terbesar Israel, sebagai imbalan atas pemberitaan yang menguntungkannya.

Netanyahu juga didakwa menerima hadiah seperti cerutu premium dan sampanye dari produser Hollywood Arnon Milchan. Para penyelidik memperkirakan nilai hadiah tersebut mencapai hampir 300.000 dolar AS. 

Jaksa penuntut menduga Netanyahu membalasnya dengan mendukung kepentingan pribadi dan bisnis Milchan.

Dalam kasus lain, dia dituduh bernegosiasi dengan Yedioth Ahronoth, salah satu surat kabar terkemuka Israel, untuk mendapat pemberitaan media yang positif sebagai imbalan atas dukungan terhadap undang-undang membatasi peredaran media pesainganya, Hayom.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut