Trump Sebut Tirani Presiden Maduro Akan Hancur, Pemerintah Venezuela Murka

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 06 Februari 2020 - 09:48 WIB
Trump Sebut Tirani Presiden Maduro Akan Hancur, Pemerintah Venezuela Murka

Presiden Venezuela Nicolas Maduro melambaikan tangan saat upacara pembukaan tahun yudisial di Mahkamah Agung di Caracas, 31 Januari 2020. (FOTO: Yuri CORTEZ / AFP)

CARACAS, iNews.id - Pemerintah Venezuela menuduh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman kekerasan, setelah dia mengatakan rezim pemimpin sosialis Nicolas Maduro akan hancur. Ungkapan itu disampaikan Trump dalam pidato kenegaraan di depan Kongres AS, Selasa (5/1/2020) malam.

"Trump menyinggung dan tidak menghormati rakyat Venezuela dengan mengajukan ancaman kekerasan terhadap integritasnya dan terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro yang konstitusional, sah, dan demokratis," kata Menteri Luar Negeri, Jorge Arreaza, seperti dilaporkan AFP, Kamis (6/1/2020).

Trump hari itu bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido di Gedung Puti. Guaido menjadi tamu dalam pidato kenegaraan yang disampikan Trump.

Guaido mendapat tepuk tangan meriah oleh kedua anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat pada Selasa, ketika Trump memanggilnya presiden Venezuela yang sah.

Guaido (36) muncul dan mencuri perhatian setahun lalu ketika menyatakan dirinya sebagai presiden sah Venezuela, menantang Maduro. Dia dengan cepat diakui sebagai presiden sah oleh lebih dari 50 negara, termasuk Amerika Serikat.

"Maduro adalah penguasa tidak sah, seorang tiran yang menganiaya rakyatnya," kata Trump, dalam pidatonya.

"Tapi cengkeraman tirani Maduro akan didobrak dan hancur."

Arreaza, yang membacakan pernyataan pemerintah, menuduh AS mencampuri urusan Venezuela.

"Itu adalah upaya menyakitkan untuk menghidupkan kembali strategi yang telah gagal untuk mengubah pemerintah (Venezuela) dengan paksa," kata Arreaza.

Tahun lalu, pemerintahan Trump berulang kali menyindir bahwa pihaknya siap menggunakan intervensi militer untuk menggulingkan Maduro dari jabatannya.

Pernyataan pemerintah Venezuela itu juga menyebut: "Keterlibatan memalukan dari mereka yang berdedikasi untuk menjual tanah air mereka karena remah-remah yang dipermalukan yang dilemparkan kepada mereka oleh bos mereka, Tuan Trump."

Guaido memperoleh momentum selama paruh pertama tahun lalu, menghasilkan dukungan luas untuk menentang otoritas Maduro.

Namun upayanya mereda selama paruh kedua tahun ini karena popularitasnya turun secara dramatis.


Editor : Nathania Riris Michico