Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Serang Iran Lagi, Bombardir Gedung Tempat Tinggal
Advertisement . Scroll to see content

Trump Sudah Paham Akal-akalan Netanyahu, Ingin AS Terus Perang Lawan Iran

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:35:00 WIB
Trump Sudah Paham Akal-akalan Netanyahu, Ingin AS Terus Perang Lawan Iran
Donald Trump menyadari akal-akalan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin menyeret AS terus terlibat dalam perang melawan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump menyadari akal-akalan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu yang ingin menyeret AS terus terlibat dalam perang melawan Iran. Trump bahkan secara terbuka menuding Netanyahu sengaja mengangkat isu fasilitas nuklir bawah tanah Iran di Gunung Pickaxe agar AS tidak menghentikan tekanan militernya terhadap Teheran.

Pernyataan itu disampaikan Trump hanya beberapa jam sebelum bertemu Netanyahu di Gedung Putih, Selasa (28/7/2026) waktu setempat. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan kecurigaannya bahwa Netanyahu memiliki tujuan lain di balik pernyataan tersebut.

“Tidak, saya tidak perlu Bibi untuk memberi tahu hal itu. Bibi memberi tahu saya hal itu karena dia ingin saya tetap terlibat (perang),” kata Trump, dalam wawancara dengan Fox News. 

Netanyahu, kata Trump, seharusnya menyampaikan kekhawatirannya soal fasilitas nuklir Iran di Gunung Pickaxe secara langsung kepada dirinya, bukan mengumumkan ke publik.

"Saya mendengar Bibi (Netanyahu) mengumumkannya. Saya sampaikan, 'Mengapa Anda tidak memberitahu kepada saya saja? Mengapa Anda harus mengumumkannya kepada dunia?'" kata Trump.

Meski demikian, Trump menegaskan pemerintah AS telah mengetahui sepenuhnya perkembangan aktivitas di fasilitas nuklir bawah tanah Gunung Pickaxe dan memahami situasi yang terjadi di lokasi tersebut.

Menurut Trump, walaupun militer AS telah menghancurkan sebagian besar infrastruktur militer Iran, fasilitas Gunung Pickaxe tetap menjadi target apabila upaya diplomasi gagal membuahkan hasil.

“Kita harus menghancurkan Pickaxe jika tidak mencapai kesepakatan. Kita akan melenyapkannya dengan sangat mudah," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut