Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Klaim AL dan AU Iran Sudah Lenyap, Pabrik Senjata Hancur
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Tak Ada Perundingan dengan Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:25:00 WIB
Trump: Tak Ada Perundingan dengan Iran
Donald Trump mengakui tak ada perkembangan apa pun terkait konflik dengan Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui tak ada perkembangan apa pun terkait konflik dengan Iran. Bahkan pembicaraan AS dengan Iran benar-benar terhenti.

"Tidak ada perundingan atau pembicaraan yang sedang berlangsung, atau dijadwalkan, dengan Republik Islam Iran," tulis Trump, di akun Truth Social, dikutip Rabu (19/8/2026).

Dia menegaskan, blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berlaku penuh. 

Trump juga mengeklaim. Selat Hormuz telah dibuka, meski pada kenyataannya hanya beberapa kapal yang melintas, itu pun atas izin militer Iran. 

"Blokade Laut tetap berlaku penuh. Selat Hormuz terbuka dan beroperasi," katanya.

Dia melanjutkan, seluruh ranjau laut di jalur perairan tersebut telah dibersihkan atau diledakkan, sehingga membuat aman jalur perairan.

Trump mengunggah gambar peta Selat Hormuz sebagai wilayah AS. Dalam peta tersebut tampak tulisan Selat Hormuz sebagai ‘Wilayah AS yang Baru’.

Gambar peta mencakup area sekitar jalur perairan strategis tersebut, terletak di antara Iran dan Oman serta pintu masuk menuju Teluk Arab.

Gambar itu diunggah Trump di akun Truth Social sehari setelah mengatakan pendeklarasian selat tersebut sebagai wilayah AS merupakan ide yang bagus.

“Maksud saya, kita mengendalikannya,” kata Trump, meluruskan pernyataan sebelumnya yang menyebutkan dia akan mengeklaim Selat Hormuz sebagai milik AS.

“Kita mengendalikannya dengan memblokade, tapi saya menyukai gagasan untuk mendeklarasikannya sebagai wilayah,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut