Trump Tawarkan 2 Pilihan untuk Iran: Hancur atau Jadi Negara Hebat
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyodorkan dua pilihan yang sangat kontras kepada Iran: kehancuran atau menjadi negara hebat. Pernyataan itu disampaikan setelah utusan Trump menggelar pertemuan selama tiga jam dengan delegasi Iran di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, Selasa (22/9/2026).
Trump mengungkapkan pertemuan tersebut berlangsung sangat baik dan produktif. Dia bahkan mengaku tidak habis pikir mengapa Iran tidak segera memilih jalan kesepakatan dengan AS.
"Di satu sisi ada kehancuran total, dan alternatif lainnya adalah potensi kejayaan. Negara itu bisa menjadi hebat," kata Trump, seperti dikutip Anadolu, Kamis (24/9/2026).
Trump mengatakan pertemuan berlangsung selama tiga jam. Dia menyebut utusannya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, terlibat dalam pembicaraan tersebut. Menurut Trump, pertemuan berikutnya juga telah dijadwalkan dalam waktu dekat.
"Saya harus sampaikan bahwa pertemuan itu sangat bagus. Saya tidak habis pikir mengapa mereka (Iran) tidak mau melakukannya," ujar Trump.
Witkoff kemudian mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut melalui akun X. Dia mengatakan delegasi AS dan Iran melakukan diskusi panjang di sela-sela Sidang Umum PBB dengan bantuan mediator.
"Mereka berhasil menyelesaikan satu putaran diskusi yang kami harap akan terbukti konstruktif dan menjanjikan. Para mediator akan melanjutkan tugas mereka," tulis Witkoff.
The New York Times melaporkan delegasi Iran dalam pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Pakistan dan Qatar disebut berperan sebagai mediator dalam pembicaraan tersebut.
Pertemuan ini berlangsung ketika Washington dan Teheran kembali membuka jalur diplomasi setelah berbulan-bulan konflik. Reuters melaporkan Trump sebelumnya mengatakan pembicaraan dengan Iran terus berlangsung dan menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan pada akhirnya dapat dicapai.
Fokus pembicaraan disebut berkaitan dengan upaya mencapai kesepakatan damai baru antara AS dan Iran. Persoalan program nuklir Iran menjadi salah satu isu utama yang ditekankan Trump. Dia berulang kali menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir.
Selain isu nuklir, perkembangan terbaru juga berkaitan dengan Selat Hormuz. Sejumlah laporan menyebut pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut menjadi salah satu persoalan penting dalam pembicaraan AS-Iran.
Pertemuan tiga jam di New York menjadi salah satu kontak langsung paling penting antara kedua pihak dalam beberapa bulan terakhir. Trump mengatakan pembicaraan berjalan produktif, sementara Witkoff menyatakan merasa sangat baik mengenai hasil diskusi tersebut.
Meski demikian, belum ada rincian resmi mengenai hasil konkret pertemuan maupun kesepakatan yang berhasil dicapai. Kedua pihak dijadwalkan kembali melanjutkan pembicaraan dalam waktu dekat.
Editor: Anton Suhartono