Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki
Advertisement . Scroll to see content

Tunjukkan Video Penembakan Masjid Selandia Baru, Erdogan Dikecam

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:42:00 WIB
Tunjukkan Video Penembakan Masjid Selandia Baru, Erdogan Dikecam
Presiden Turki Erdogan dikritik karena mempertonton rekaman serangan di masjid Selandia Baru untuk kepentingan politiknya. (FOTO: KANTOR PRESIDEN TURKI/GETTY IMAGES)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Sehari setelah penembakan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, yang menyebabkan 50 orang meninggal dunia, Presiden TurkiRecep Tayyip Erdogan mempertontonkan rekaman video aksi itu dalam kampanye untuk memacu dukungan dari kalangan konservatif.

Rekaman video dan juga ringkasan, yang disebut berasal dari manifesto tersangka pelaku serangan, diputar lewat layar besar di Istanbul pada Sabtu (16/03). Namun aksi Presiden Erdogan itu sontak mendapat kecaman luas.

Kecaman utama muncul dari kubu oposisi di Turki, Partai Rakyat Republik dan pemimpin Partai Kebahagiaan Mutlak, Temel Karamollaoglu.

Kubu oposisi menyatakan Erdogan menggunakan rekaman video itu untuk menambah angka dukungan menjelang pemilihan daerah sebelum akhir bulan ini.

Adapun Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, mengatakan sudah menghubungi mitra kerjanya dari Turki untuk menyampaikan keprihatinan atas penggunaan rekaman penembakan para jamaah Salat Jumat di dua masjid Christchurch pada Jumat (15/03).

Dalam acara kampanye di hadapan pendukungnya, Erdogan mengatakan tersangka memberikan ancaman kepada Muslim di Turki dan dua kali mengunjungi negara itu.

"Kita tidak ingin menyaksikan konflik antara salib dan bulan lagi," kata Erdogan, merujuk konflik antara pemeluk Kristen dan Islam, seperti dilaporkan BBC, Selasa (19/3/2019).

Pada Jumat (15/03), tak lama setelah penembakan di dua masjid Selandia Baru, Erdogan mengklaim bahwa tersangka menjadikan Turki serta warganya sebagai sasaran; dan memperingatkan kepada negara-negara lain, khususnya Barat, untuk mengatasi peningkatan sentimen Islamofobia untuk mencegah serangan serupa.

"Jika tidak diambil langkah-langkah segera, berita-berita tentang bencana lain akan muncul setelah peristiwa ini," tegasnya.

Selain 50 orang yang meninggal dunia, penembakan di Masjid Al Noor dan masjid di Linwood melukai 50 lainnya, termasuk warga negara Indonesia.

Polisi menetapkan pria Australia atas nama Brenton Tarrant (28) sebagai tersangka. Dia menyiarkan aksi penembakan brutal itu tersebut melalui Facebook Live.

Dia dihadirkan di persidangan pada Sabtu (16/3) dan dikembalikan ke tahanan tanpa pembelaan. Sidang selanjutnya dijadwalkan pada 5 April mendatang.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut