Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lempar Bom ke Rumah Wali Kota New York Mamdani, 2 Pria Ngaku Terinspirasi ISIS
Advertisement . Scroll to see content

Turki Bombardir Suriah, Ratusan Anggota Keluarga ISIS dari Berbagai Negara Kabur dari Kamp

Minggu, 13 Oktober 2019 - 16:58:00 WIB
Turki Bombardir Suriah, Ratusan Anggota Keluarga ISIS dari Berbagai Negara Kabur dari Kamp
Ratusan anggota keluarga ISIS yang ditahan di kamp Kurdi melarikan diri akibat serangan pasukam Turki (Ilustrasi, Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

QAMISHLI, iNews.id - Ratusan anggota keluarga kelompok ISIS dilaporkan kabur dari kamp tahanan di utara Suriah yang dikuasai milisi Kurdi setelah lokasi itu dibombardir pasukan Turki.

Pemerintahan Kurdi di Suriah menyatakan serangan terjadi dekat kamp Ain Issa, di mana ribuan amggota keluarga ISIS ditahan.

“Serangan brutal yang dipimpin Turki dan pasukan pendukungnya berlangsung di dekat kamp Ain Issa, di mana ada ribuan orang anggota keluarga ISIS di sana,” bunyi pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (13/10/2019).

“Beberapa di antara mereka melarikan diri setelah lokasi itu menjadi target pengeboman.”

Sementara itu seorang pejabat pemerintahan Kurdi mengatakan, lebih dari 100 orang, perempuan dan anak-anak, melarikan diri.

Hal senada disampaikan Lembaga Pemantau Suriah untuk HAM yang menyebutkan sekitar 100 orang melarikan diri. Mereka merupakan warga asing yang pindah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Namun lembaga yang berbasis di London, Inggris, itu tak menyebutkan kewarganegaraan mereka.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menguasai timur Suriah, lokasi yang kini dibombardir Turki dalam serangan sejak Rabu pekan lalu. Turki ingin mendorong SDF masuk lebih jauh ke dalam Suriah, sehingga perbatasannya aman dari upaya pemberontakan dan terorisme.

SDF dan pasukan Amerika Serikat bersatu untuk memerangi ISIS di Suriah selama 5 tahun sampai misi dinyatakan selesai pada Maret 2019.

Data statistik Kurdi mengungkap, sekitar 12.000 anggota keluarga militan ISIS dari 54 negara ditahan di kapm-kamp Kurdi. Kamp-kamp menampung sekitar 8.000 anak-anak dan 4.000 perempuan.

Sementara para laki-laki yang ikut berjuang selama ISIS berkuasa, termasuk dua pria asal Inggris yang dikenal kejam, ditahan di tempat berbeda oleh militer AS.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut