Turki Bombardir Suriah, Ratusan Anggota Keluarga ISIS dari Berbagai Negara Kabur dari Kamp
QAMISHLI, iNews.id - Ratusan anggota keluarga kelompok ISIS dilaporkan kabur dari kamp tahanan di utara Suriah yang dikuasai milisi Kurdi setelah lokasi itu dibombardir pasukan Turki.
Pemerintahan Kurdi di Suriah menyatakan serangan terjadi dekat kamp Ain Issa, di mana ribuan amggota keluarga ISIS ditahan.
“Serangan brutal yang dipimpin Turki dan pasukan pendukungnya berlangsung di dekat kamp Ain Issa, di mana ada ribuan orang anggota keluarga ISIS di sana,” bunyi pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Minggu (13/10/2019).
“Beberapa di antara mereka melarikan diri setelah lokasi itu menjadi target pengeboman.”
Invasi Turki ke Suriah Sebabkan 100.000 Orang Kehilangan Rumah
Sementara itu seorang pejabat pemerintahan Kurdi mengatakan, lebih dari 100 orang, perempuan dan anak-anak, melarikan diri.
Hal senada disampaikan Lembaga Pemantau Suriah untuk HAM yang menyebutkan sekitar 100 orang melarikan diri. Mereka merupakan warga asing yang pindah ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.
Namun lembaga yang berbasis di London, Inggris, itu tak menyebutkan kewarganegaraan mereka.
Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menguasai timur Suriah, lokasi yang kini dibombardir Turki dalam serangan sejak Rabu pekan lalu. Turki ingin mendorong SDF masuk lebih jauh ke dalam Suriah, sehingga perbatasannya aman dari upaya pemberontakan dan terorisme.
SDF dan pasukan Amerika Serikat bersatu untuk memerangi ISIS di Suriah selama 5 tahun sampai misi dinyatakan selesai pada Maret 2019.
Data statistik Kurdi mengungkap, sekitar 12.000 anggota keluarga militan ISIS dari 54 negara ditahan di kapm-kamp Kurdi. Kamp-kamp menampung sekitar 8.000 anak-anak dan 4.000 perempuan.
Sementara para laki-laki yang ikut berjuang selama ISIS berkuasa, termasuk dua pria asal Inggris yang dikenal kejam, ditahan di tempat berbeda oleh militer AS.
Editor: Anton Suhartono