Turki Klaim Hancurkan 89 Target Teroris Lewat Serangan Udara
ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki mengklaim telah menghancurkan 89 target teroris YPG/PKK selama serangan udara di wilayah utara Irak dan Suriah, dekat perbatasan.
Pemerintah telah meluncurkan Operasi Claw-Sword. Itu merupakan kampanye udara lintas batas melawan kelompok teroris YPG/PKK di Irak utara dan Suriah. Operasi itu dilakukan sejalan dengan hak membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB.
Target operasinya mencakup tempat perlindungan, bunker, gua, terowongan, depot amunisi, markas besar dan kamp pelatihan milik teroris.
“Dengan Operasi Claw-Sword, 89 target teror – 81 target di tahap pertama dan delapan lainnya pagi ini," kata Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataan, Minggu (20/11/2022).
Intip Mobil Antipeluru Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Tahan Ledakan Bom
Pemerintah menilai, teroris YPG/PKK dan PKK memiliki tempat persembunyian ilegal di seberang perbatasan tempat mereka merencanakan serangan di Turki.
Hampir 70 pesawat, termasuk drone bersenjata, ambil bagian dalam operasi tersebut. Pesawat tempur lepas landas dari enam pangkalan berbeda di Türki dan melakukan operasi simultan terhadap target teror.
Prabowo dan Menhan Turki Gelar Pertemuan usai Penandatanganan MoU Bidang Pertahanan
Turki sukses menggelar operasi di wilayah Qandil, Asos, dan Hakurk di Irak utara dan Musim Semi Arab, Tal Rifat, Jazira, dan wilayah Derik di Suriah utara.
"Di antara teroris yang dilumpuhkan dalam operasi udara adalah yang disebut sebagai pemimpin kelompok teroris," kata kementerian.
Infografis RI-Turki Kerja Sama Garap Jalan Tol
Operasi itu terjadi setelah serangan teror di Istiklal Avenue di Istanbul minggu lalu. Enam orang tewas dan 81 lainnya luka-luka.
“Setelah operasi, yang sebagian besar menggunakan amunisi domestik dan nasional, semua pesawat kami kembali dengan selamat ke pangkalan mereka,” tambahnya.
Prabowo dan Menhan Turki Bertemu usai Teken MoU Bidang Pertahanan
Editor: Umaya Khusniah