Turki: Pakta Pertahanan Makkah Bukan untuk Lawan Iran
Meski demikian, pembalasannya mungkin berbeda dengan NATO, bergantung pada kondisi. Negara yang diserang harus meminta bantuan terlebih dulu dan menentukan jenis bantuan apa yang dibutuhkannya.
Dukungan tersebut dapat berupa intelijen dan logistik hingga amunisi hingga pengerahan unit militer.
Aliansi tersebut juga akan membentuk komite politik dan militer, menteri luar negeri, menteri pertahanan, serta pemimpin militer dan sekretariat di Arab Saudi.
Ketiga negara, lanjut Fidan, juga akan menggelar latihan perang bersama, berbagi informasi intelijen, logistik, penilaian ancaman, serta interoperabilitas militer.
Kerja sama industri pertahanan juga diharapkan menjadi bagian penting dari pakta tersebut.
Kerja sama tersebut merupakan salah satu isu utama yang dibahas oleh ketiga pemimpin, termasuk bagaimana negara-negara tersebut saling memanfaatkan teknologi militer masing-masing.
Fidan menegaskan, pakta pertahanan Makkah tidak tiba-tiba disepakati melainkan telah dibahas selama 2 tahun 8 bulan. Fakta tersebut menegaskan perjanjian petahanan tidak dibuat sebagai respons atas ketegangan yang melibatkan Iran.
Editor: Anton Suhartono