Twitter Matikan Akun Palsu Mengaku Kulit Hitam Dukung Donald Trump di Pilpres AS

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 14 Oktober 2020 - 12:56 WIB
Twitter Matikan Akun Palsu Mengaku Kulit Hitam Dukung Donald Trump di Pilpres AS

Ilustrasi Twitter. (Foto: AFP)

SAN FRANCISCO, iNews.idTwitter mengklaim telah mematikan beberapa akun palsu yang mengaku sebagai orang berkulit hitam (Afrika-Amerika) yang mendukung Donald Trump di Pilpres AS 2020. Akun-akun itu telah berhasil mengumpulkan beberapa ribu pengikut hanya dalam beberapa hari.

“Tim kami bekerja dengan giat untuk menyelidiki aktivitas tersebut dan akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan Twitter jika tweet-tweet mereka ditemukan melanggar (aturan kami),” ungkap juru bicara perusahaan media sosial yang berbasis di San Francisco itu, dikutip AFP, Rabu (14/10/2020).

Profesor komunikasi di Clemson University, Darren Linvill, yang mengkhususkan diri pada kajian terkait disinformasi atau hoaks di media sosial, menerbitkan beberapa contoh akun palsu di Twitter yang digunakan dalam kampanye Pilpres AS. Dia menuduh para pelaku menyalahgunakan wajah-wajah orang berkulit hitam secara digital.

“Ya, AKU BERKULIT HITAM DAN AKU MEMILIH TRUMP!” demikian salah satu contoh cuitan di Twitter oleh akun palsu pada 17 September lalu, yang dibagikan Linvill. Akun itu menggunakan nama Ted Katya. Tweet tersebut telah dibagikan 6.000 kali dan “disukai” lebih dari 16.000 kali.

“Sebagian besar akun menggunakan gambar orang Amerika asli di profil mereka,” kata Linville. Tak hanya itu, beberapa dari mereka memiliki puluhan ribu pengikut, ungkapnya.

Twitter melarang platform media sosial mereka digunakan untuk memperkuat atau menyembunyikan informasi secara artifisial atau terlibat dalam perilaku yang memanipulasi atau mengganggu pengalaman orang lain di Twitter. Aturan itu tercantum dalam pedoman yang diterbitkan bulan lalu.

Twitter tampaknya belajar cukup banyak dari pengalaman Pilpres AS 2016. Kala itu, media sosial telah digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau menyesatkan publik AS menjelang pemilihan umum. Beberapa konten yang disebar di medsos pada waktu itu memuat kampanye bersama yang diprakarsai oleh kekuatan asing seperti Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil