Ucapan Pencuri Pesawat Bandara Seattle Sebelum Jatuh: Saya Minta Maaf
SEATTLE, iNews.id - Karyawan maskapai Horizon Air yang mencuri pesawat Bombardier Dash 8 Q400 milik Horizon Air di Bandara Internasional Tacoma, Seattle, Amerika Serikat, menjalin komunikasi dengan air traffic control (ATC) saat beraksi.
Pesawat berbaling-baling ganda itu sempat diterbangkan berputar di langit Seattle sehingga memicu spekulasi bahwa dia akan melakukan aksi teror dengan menabrakkannya. Namun sheriff Pierce County membantah aksi pria 29 tahun itu dikaitkan dengan teroris.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pesawat dicuri pada Jumat (10/8/2018) sekitar pukul 20.00 waktu setempat atau Sabtu (11/8/2018) pagi WIB.
ATC sudah menaruh kecurigaan karena pesawat N449QX itu tak ada agenda terbang di jam tersebut.
Pelaku yang diketahui sebagai mekanik itu mungkin bisa menerbangkannya, namun tidak mendaratkan. Sebagai petugas ground, dia sama sekali tak punya pengalaman untuk menerbangkan dan mendaratkan pesawat.
Berdasarkan percakapan, diketahui pria itu bernama Rich. Dia sempat bertanya kepada petugas ATC mengenai instruksi di mana dan bagaimana cara menerbangkan pesawat buatan Kanada itu.
"Hei, apakah menurut Anda jika saya berhasil mendaratkannya, Alaska (Airlines) akan memberikan saya pekerjaan sebagai pilot?" kata Rich, kepada petugas ATC, dikutip dari Airwaysmag.
"Ini mungkin seperti hukuman penjara seumur hidup buat saya, ya?" katanya lagi.
Selain itu, ada pula percakapan yang menunjukkan Rich menyesali perbuatannya dan menyebut dirinya sedang bermasalah.
"Saya ingin meminta maaf kepada semua orang. Saya hanya pria yang rapuh, saya seorang yang kacau dan kalah, saya kira begitu. Tidak pernah ada orang yang mengetahuinya, sampai sekarang," ujarnya.
Dia lalu mengatakan akan melakukan konfigurasi memutar seperti akrobatik. "Saya rasa, saya akan mencoba sebuah gerakan memutar dan jika berjalan lancar, saya akan menukikkan pesawat," tuturnya.
Sementara itu petugas ATC menyarankan dia utuk menghentikan aksinya karena bisa melukai orang yang berada di darat.
Lalu Rich kembali bertanya soal teknis mengenai bahan bakar, tekanan udara, dan pendingin kabin, karena merasa pusing.
Pesawat Rich lalu diikuti dua jet tempur AS F15 hingga kemudian jatuh dan meledak di Pulau Ketron, Negara Bagian Washington.
Editor: Anton Suhartono