Ukraina Perintahkan Gereja Ortodoks Pro-Rusia untuk Angkat Kaki dari Kiev
KIEV, iNews.id - Ukraina memerintahkan sayap Gereja Ortodoks yang berpihak pada Rusia untuk meninggalkan sebuah kompleks biara di Kiev tempatnya bermarkas. Ini merupakan langkah terbaru pemerintah Ukraina terhadap denominasi (kelompok keagamaan) yang sangat dicurigai oleh pemerintah.
Kiev menindak Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) dengan alasan pro-Rusia dan bekerja sama dengan Moskow. UOC menerima otoritas patriarki Moskow sampai setelah Rusia meluncurkan invasi skala penuh tahun lalu. Uskup Agung Moskow, Kirill, sangat mendukung invasi tersebut.
Sebelumnya, UOC mengatakan telah memutuskan hubungannya dengan Rusia dan patriarkat Moskow. UOC juga mengklaim telah menjadi korban perburuan politik.
Kementerian Kebudayaan Ukraina mengatakan UOC telah diperintahkan untuk meninggalkan kompleks biara Kiev-Pechersk Lavra yang berusia 980 tahun, tempat kantor pusatnya berada. Mereka memiliki waktu hingga 29 Maret.