Ukraina Perintahkan Gereja Ortodoks Pro-Rusia untuk Angkat Kaki dari Kiev
KIEV, iNews.id - Ukraina memerintahkan sayap Gereja Ortodoks yang berpihak pada Rusia untuk meninggalkan sebuah kompleks biara di Kiev tempatnya bermarkas. Ini merupakan langkah terbaru pemerintah Ukraina terhadap denominasi (kelompok keagamaan) yang sangat dicurigai oleh pemerintah.
Kiev menindak Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) dengan alasan pro-Rusia dan bekerja sama dengan Moskow. UOC menerima otoritas patriarki Moskow sampai setelah Rusia meluncurkan invasi skala penuh tahun lalu. Uskup Agung Moskow, Kirill, sangat mendukung invasi tersebut.
Sebelumnya, UOC mengatakan telah memutuskan hubungannya dengan Rusia dan patriarkat Moskow. UOC juga mengklaim telah menjadi korban perburuan politik.
Kementerian Kebudayaan Ukraina mengatakan UOC telah diperintahkan untuk meninggalkan kompleks biara Kiev-Pechersk Lavra yang berusia 980 tahun, tempat kantor pusatnya berada. Mereka memiliki waktu hingga 29 Maret.
Ukraina Sanksi 22 Orang Rusia terkait Gereja Ortodoks, Zelensky: Mereka Mendukung Genosida!
Dalam sebuah pernyataan dikatakan, penyelidikan telah mengungkapkan UOC melanggar ketentuan perjanjian mengenai penggunaan properti negara. Sayang tak ada rincian apa pun tentang hal tersebut.
UOC dalam sebuah posting Facebook mengatakan, hasil penyelidikan sangat bias dan sangat melanggar norma hukum.
Hormati Natal Kristen Ortodoks, Rusia Tahan Serangan sampai Hari Berganti
Sejak Oktober, Dinas Keamanan Ukraina secara teratur melakukan penggeledahan di gereja-gereja UOC. Mereka menjatuhkan sanksi kepada para uskup dan pendukung keuangannya, dan membuka kasus pidana terhadap puluhan pendetanya.
Pihak berwenang mengatakan mereka telah menemukan literatur pro-Rusia di lokasi gereja. Tuduhan yang dibantah oleh UOC.
Pesan Natal Kristen Ortodoks, Vladimir Putin Puji Gereja soal Perang Ukraina
Editor: Umaya Khusniah