Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bahlil Bagikan Kabar Baik, Minyak Rusia Sebentar lagi Masuk Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Ukraina Umumkan Gencatan Senjata Victory Day 5-6 Mei, Rusia Pilih Berbeda

Selasa, 05 Mei 2026 - 11:30:00 WIB
Ukraina Umumkan Gencatan Senjata Victory Day 5-6 Mei, Rusia Pilih Berbeda
Ukraina dan Rusia memberlakukan gencatan senjata sepihak di waktu berbeda untuk memperingati Victory Day (Foto: Kemhan Rusia)
Advertisement . Scroll to see content

KIEV, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan gencatan senjata sepihak pada Selasa-Rabu (5-6/5/2026), menghentikan serangan terhadap Rusia. Gencatan senjata diberlakukan untuk memperingati 81 tahun Victory Day yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.

Dalam posting-an di Instagram, Zelensky mengatakan Rusia belum merespons seruan Ukraina untuk gencatan senjata.

"Nyawa manusia jauh lebih berharga daripada 'perayaan' atau peringatan apa pun," ujarnya, dalam posting-an, dikutip dari Reuters.

Dia mengumumkan, militer Uktaina Ukraina menghentikan serangan sejak pukul 00.00 pada 5 Mei hingga 6 Mei.

Zelensky tidak menyebutkan waktu pasti, pada pukul berapa gencatan senjata berhenti pada 6 Mei.

Sementara itu Rusia mengumumkan gencatan senjata terpisah yakni pada 8 dan 9 Mei untuk alasan yang sama. Rusia mengancam akan meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke Kiev jika Ukraina melanggar gencatan senjata Victory Day.

"Sesuai keputusan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata diumumkan mulai 8 hingga 9 Mei 2026. Kami berharap pihak Ukraina akan mengikuti," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia.

Rusia memperingatkan wraga sipil Kiev serta staf misi diplomatik asing segera meninggalkan ibu kota Ukraina tersebut.

Rusia memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II setiap tahun dengan parade militer besar-besaran melalui Lapangan Merah.

Namun Zelensky meremehkan seruan gencatan senjata tersebut dengan mengatakan usulan Rusia itu tidak serius.

Perselisihan terbaru kedua pihak ini terjadi di tengah jeda upaya diplomatik yang dipimpin AS untuk mengakhiri perang, karena Washington mengalihkan fokus ke konflik di Timur Tengah.

Serangan Rusia ke Ukraina pada Senin (4/5/2026) menewaskan sembilan orang. Sementara drone Ukraina menghantam gedung tinggi di lingkungan kelas atas Moskow pada malam harinya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut