Ungkit Alasan Pembunuhan Soleimani Lagi, Trump: Dia Ingin Meledakkan Kedubes AS

Anton Suhartono ยท Jumat, 10 Januari 2020 - 10:58 WIB
Ungkit Alasan Pembunuhan Soleimani Lagi, Trump: Dia Ingin Meledakkan Kedubes AS

Donald Trump (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengungkit alasannya memerintahkan serangan terhadap komandan pasukan elite Quds, Garda Revolusi Iran, Qasem Soleimani.

Menurut Trump, Soleimani menjadi target serangan drone lama setelah mendarat di Irak pada Jumat (3/1/2020).

Trump menyebut Soleimani ingin meledakkan Kedutaan Besar AS di Baghdad.

"Kami menangkap monster ini dan kami melenyapkannya. Itu seharusnya sudah terjadi sejak lama. Kami melakukannya karena mereka ingin meledakkan kedutaan kami," kata Trump, dikutip dari Reuters, Jumat (10/1/2020).

Trump menambahkan, serangan tersebut juga sebagai balasan terkait serangan roket terhadap pangkalan militer AS di Irak oleh milisi yang didukung Iran pada Desember 2019. Serangan tersebut menewaskan seorang kontraktor AS.

Para pejabat AS yakin Soleimani memiliki peran dalam mengatur serangan tersebut.

Setelah itu AS membalas dengan menyerang tiga basis militer milisi pro-Iran di Irak dan Suriah. Serangan itu menewaskan belasan orang, termasuk beberapa petinggi milisi. Massa yang didukung Iran lalu menggelar unjuk rasa di luar Kedubes AS di Baghdad sebagai protes atas serangan tersebut.

Trump menilai, Soleimani sengaja menciptakan suasana kekisruhan seperti ini dengan mengerahkan massa langsung ke kedubes AS.

"Itu rencana yang sepenuhnya terorganisasi. Anda tahu siapa yang mengaturnya. Orang itu sekarang tidak ada lagi. Oke, dan dia ingin melakukan lebih dari sekadar itu dalam pikirannya," katanya.

Hal senada disampaikan seorang pejabat senior pertahanan AS. Menurut dia, Soleimani telah mengatur unjuk rasa di kedubes AS dan mengakui ada rencana untuk meledakkannya.

Sementara itu, Iran sebelumnya menyatakan, serangan puluhan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS merupakan tanggapan atas pembunuhan Soleimani.

Setelah itu Trump mencairkan suasana dengan tak akan larut dalam konforntasi dengan Iran. Diikuti dengan munculnya informasi intelijen bahwa Iran meminta milisi pro-Syiah di Irak untuk menghentikan serangan terhadap militer dan warga sipil AS.

Namun Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman baru unuk AS pada Kamis.

Seorang komandan senior memperingatkan pembalasan lebih keras dalam waktu dekat. Pejabat Garda lainnya mengatakan serangan rudal pada Rabu merupakan awal dari serangkaian pembalasan di seluruh kawasan.

Editor : Anton Suhartono