PRINCETON, iNews.id – Uni Eropa (UE) telah menerima lebih dari 8,1 juta pengungsi Ukraina dalam tujuh bulan sejak Rusia melancarkan operasi militer di negeri tetangganya itu. Hal tersebut diungkapkan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, Kamis (22/9/2022).
“Sejak hari pertama, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan banyak rekan lainnya telah mendukung pihak Ukraina dengan persenjataan, dengan dana, dan dengan keramahan di pihak Uni Eropa untuk (menampung) lebih 8,1 juta pengungsi dalam tujuh bulan,” kata von der Leyen dalam pidatonya di Universitas Princeton, AS.
Meski AS dan China Berseteru, Xi Jinping Akan Datang ke Gedung Putih
Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan untuk membela diri dari provokasi pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.
Barat dan sekutunya lantas memberlakukan sanksi komprehensif terhadap Moskow. Uni Eropa berjanji untuk mengakhiri ketergantungannya pada pasokan energi Rusia. Blok tersebut telah menyetujui tujuh paket sanksi terhadap Moskow, termasuk penghentian bertahap impor minyak Rusia.
Infografis Rusia dan Ukraina Tukar Tahanan Perang
Krisis Ukraina dan sanksi terhadap Rusia telah menyebabkan gangguan rantai pasokan dan lonjakan harga energi di seluruh dunia. Belum lagi masuknya arus besar pengungsi yang melarikan diri ke Eropa dari Ukraina demi menghindari terseret ke dalam konflik.
Pada 8 Agustus, Badan Penjaga Perbatasan dan Pantai Eropa, Frontex, melaporkan bahwa 7,6 juta warga Ukraina telah memasuki UE dari Ukraina dan Moldova sejak awal agresi militer Rusia. Sementara itu, sebanyak 4,7 juta warga Ukraina tercatat keluar dari UE pulang kembali ke tanah air mereka pada saat yang sama.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku