Uni Eropa Soroti 7 Negara karena Tingkat Kematian Pasien Covid-19 Naik

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 24 September 2020 - 20:27 WIB
Uni Eropa Soroti 7 Negara karena Tingkat Kematian Pasien Covid-19 Naik

Bendera Uni Eropa (ilustrasi). (Foto: AFP)

STOCKHOLM, iNews.id – Tujuh negara Uni Eropa mendapat sorotan lantaran naiknya tingkat kematian akibat virus corona (Covid-19) di kalangan penduduk mereka akhir-akhir ini. Sementara, tren mengkhawatirkan juga terjadi di beberapa negara lainnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Eropa (ECDC) pada Kamis (24/9/2020) ini memperingatkan, ketujuh negara tersebut tidak sekadar memiliki tingkat kematian pasien Covid-19 yang tinggi belakangan ini. Tetapi juga mengalami peningkatan pada proporsi kasus rawat inap dan sakit yang parah di kalangan di kalangan lansia.

AFP melansir, ketujuh negara yang dimaksud adalah Spanyol, Rumania, Bulgaria, Kroasia, Hongaria, Republik Ceko, dan Malta.

Di luar itu, kata ECDC, sejumlah negara lain menunjukkan adanya peningkatan infeksi Covid-19, terutama di kalangan penduduk dengan usia yang lebih muda—yang kurang berisiko mengalami gejala parah. Menurut lembaga itu, ada 13 negara di Eropa yang berada dalam situasi ini, termasuk Prancis dan Inggris.

Akan tetapi, karena perkembangan dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar negara tersebut kini tampaknya memenuhi kriteria untuk dikategorikan sebagai negara dengan kecenderungan penularan Covid-19 yang tinggi. Ini disebabkan adanya peningkatan infeksi di antara kelompok warga berusia lebih tua.

Sementara, negara-negara yang masuk kelompok ketiga dianggap stabil, di mana risiko infeksinya terbilang “rendah” untuk populasi umum dan dikatakan “sedang” untuk kelompok berisiko.

ECDC mencatat, di Uni Eropa, kerentanan populasi terhadap infeksi tetap tinggi. Ini karena data yang tersedia dari studi seroprevalensi menunjukkan bahwa tingkat kekebalan dalam populasi kurang dari 15 persen di sebagian besar wilayah di dalam UE/EEA dan Inggris.

“Sebagian besar orang masih dapat terinfeksi,” kata direktur ECDC, Andrea Ammon, kepada wartawan saat pengarahan secara daring dengan Komisioner Uni Eropa, Stella Kyriakides, Kamis (24/9/2020).

“Apa yang kami lihat di banyak negara adalah, banyak penularan yang sedang berlangsung saat ini adalah karena pertemuan pribadi, makan malam keluarga besar, pernikahan, semua kumpul-kumpul yang Anda lakukan dengan teman-teman Anda dan keluarga. Ini terjadi tidak hanya di Spanyol,” ujarnya.

Kendati demikian, Ammon enggan menyerukan negara-negara itu untuk memberlakukan kebijakan pembatasan yang ketat seperti menutup pertokoan, restoran, dan bar secara umum.

Editor : Ahmad Islamy Jamil