Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Dilaporkan Rencanakan Serang Iran Tanpa Dukungan AS
Advertisement . Scroll to see content

Vaksin Covid-19 Berbahaya bagi Usia 80 Tahun ke Atas dengan Penyakit Parah

Sabtu, 16 Januari 2021 - 08:25:00 WIB
Vaksin Covid-19 Berbahaya bagi Usia 80 Tahun ke Atas dengan Penyakit Parah
Vaksin Covid-19 berbahaya bagi kalangan berusia 80 tahun ke atas dengan penyakit parah (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

OSLO, iNews.id - Vaksin Covid-19 berbahaya diberikan kepada kalangan berusia 80 tahun ke atas yang memiliki penyakit parah.

Pejabat kesehatan Norwegia mengatakan, 23 orang berusia 80 tahun ke atas meninggal dunia tak lama setelah menerima dosis pertama vaksin Covid-19. 

Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya sudah menjalani autopsi. Hasilnya menunjukkan penyebab kematian dipicu efek samping yang umum terjadi, yakni reaksi tubuh yang lemah pada pasien.

"Bagi mereka dengan kelemahan paling parah, efek samping vaksin yang relatif ringan bisa menimbulkan konsekuensi serius. Mereka yang divonis (medis) tak bisa bertahan lama, manfaat dari vaksin mungkin kecil atau tidak relevan," demikian pernyataan Institut Kesehatan Masyarakat Norwegia, dikutip dari AFP, Sabtu (16/1/2021).

Pengalaman di Norwegia ini merupakan peringatan awal di saat banyak negara memulai vaksinasi Covid-19 massal bagi kalangan rentan. 

Kepala Badan Obat-obatan Eropa Emer Cooke mengatakan, pelacakan keamanan vaksin Covid-19, terutama yang menggunakan teknologi baru seperti messenger RNA, menjadi tantangan terbesar begitu vaksinasi digalakkan.

Reaksi alergi sejauh ini jarang terjadi. Di Amerika Serikat, pihak berwenang melaporkan 21 kasus alergi parah berdasarkan vaksinasi pada 14 sampai 23 Desember, dari total sekitar 1,9 juta orang yang menerimanya. Vaksinasi tahap awal di AS menggunakan produk yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyebut, ada 11,1 kasus alergi untuk setiap 1 juta dosis.

Di Eropa ada dua vaksin Covid-19 yang sejauh ini sudah disetujui. Uji coba pada dua vaksin itu melibatkan puluhan ribu relawan, termasuk berusia 80 dan 90 tahunan. Hanya saja sebagian besar relawan rata-rata berusia di awal 50-an.

Masalahnya, kalangan yang mendapat prioritas utama dalam vaksinasi massal di Eropa berusia di atas 50 tahunan, seperti penghuni panti jompo yang usianya 80 tahun ke atas.

Sejauh ini Norwegia telah menyuntikkan dosis pertama kepada sekitar 33.000 warga, dengan fokus kalangan paling berisiko tertular virus corona, termasuk orang tua.

Di Prancis, satu pasien meninggal di fasilitas perawatan 2 jam setelah mendapatkan vaksin Covid-19. Namun pihak berwenang menegaskan, penyebab kematiannya dipicu riwayat medis pasien, tidak terkait dengan vaksin.

Badan farmasi Prancis juga melaporkan empat kasus reaksi alergi parah dan dua kasus detak jantung tidak teratur setelah mendapatkan vaksin.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut