Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunungan Sampah Longsor di Filipina, 2 Orang Tewas 36 Hilang
Advertisement . Scroll to see content

Video WNI Diculik Kelompok Abu Sayyaf Beredar, Pembebasan Diupayakan

Kamis, 21 Februari 2019 - 16:24:00 WIB
Video WNI Diculik Kelompok Abu Sayyaf Beredar, Pembebasan Diupayakan
2 WNI warga Wakatobi diculik kelompok Abu Sayyaf di perairan Sabah, Malaysia (Ilustrasi, Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membenarkan dua orang di video yang tersebar di media sosial merupakan warga Indonesia (WNI) yang diculik kelompok Abu Sayyaf.

Dua orang tersebut adalah Hariadi dan Heri Ardiansyah, warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Mereka diculik kelompok bersenjata Filipina saat menangkap ikan di perairan Sandakan, Malaysia, pada 5 Desember 2018. Bersama mereka juga ada seorang warga Malaysia.

"Sejak diterimanya laporan penculikan, kemlu telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI di Wakatobi dan secara berkala menyampaikan update perkembangan upaya pembebasan," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal.

Menurut dia, kasus ini merupakan penculikan ke-11 terhadap WNI di perairan Sabah, Malaysia, oleh kelompok bersenjata asl Filipina.

Soal beredarnya video, kata dia, cara ini dilakukan oleh penculik untuk menekan keluarga.

"Video semacam ini selalu disebarkan oleh penyandera dalam setiap kasus penyanderaan, untuk menekan keluarga," kata Iqbal.

Dalam video berdurasi 30 detik itu, dua WNI berlutut dan matanya ditutup menggunakan kain hitam. Di belakang mereka berdiri lima orang yang membawa senjata api laras panjang serta parang.

Sementara itu salah seorang korban mengaku bekerja sebagai nelayan di Sabah. Dia meminta bantuan pemerintah, khususnya Presiden RI, untuk membantu pembebasan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut