Viral Anak Bawa Jenazah Ayah Korban Covid Pakai Backhoe lalu Dikubur di Lapangan
LUCKNOW, iNews.id - Ulah tiga bersaudara di India yang membawa dan memakamkan jenazah ayah mereka menggunakan alat berat backhoe memicu kecaman netizen. Jenazah bernama Ram Lalit (62) itu meninggal akibat Covid-19.
Video tiga putra mendiang, Buddhi, Anil, dan Mohan, saat membawa dan memakamkan Ram menggunakan backhoe di lapangan terbuka Distrik Sant Kabir Bagar, Negara Bagian Uttar Pradesh, menjadi viral pada Minggu (31/5/2021).
Dalam tayangan tampak jenazah diikat di bucket backhoe setelah dibawa dari rumah ke lapangan. Backhoe tersebut juga digunakan untuk menggali liang lahat.
Perlakuan buruk terhadap jenazah tak berhenti sampai di situ, mereka memindahkan jenazah ke lubang seperti barang. Ini karena mereka menghindari bersentuhan langsung dengan kafan.
India Benarkan Warga Buang Jenazah Korban Covid ke Sungai Gangga, Ini Pemicunya
Bahkan jenazah dilempar begitu saja ke liang. Setelah itu semua barang yang terkait dengan jenazah ikut dilempar ke dalam lahat.
Polisi pun menyelidiki kasus tersebut setelah mendapat perhatian yang luas dari masyarakat. Namun pada tahap awal penyelidikan diarahkan pada tuduhan pelanggaran protokol kesehatan dalam mengkremasi atau mengubur jenazah korban Covid-19.
Banyak Warga India Gunakan Kotoran Sapi untuk Lawan Covid, Dokter Beri Peringatan
Ram Lalit diketahui bekerja sebagai petugas administrasi pemerintah distrik. Dia mengeluh sulit bernapas hingga dibawa oleh ketiga putranya ke rumah sakit swasta di Gorakhpur.
Hasil pemeriksaan menunjukkan Ram positif Covid-19, namun ketiga putranya memutuskan untuk membawa pulang ayahnya pada 23 Mei. Oleh karana tidak mendapatkan perawatan memadai di rumah, termasuk ketiadaan obat, Ram meninggal.
Ketiga anak tersebut mengatakan kepada polisi, warga desa tak mau membantu karena takut tertular virus corona. Itu berlangsung sampai Ram meninggal sampai pemakaman, sehingga hanya ketiga anaknya dibantu operator backhoe yang terlibat.
Kepala desa setempat T Gautam membantah keterangan itu, penduduk desa sudah menawarkan bantuan untuk mengkremasi namun ketiga putra mendiang menolak.
Editor: Anton Suhartono