Viral, Polwan Hong Kong Duduki Tubuh Siswi SMP di Trotoar

Anton Suhartono ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 15:16 WIB
Viral, Polwan Hong Kong Duduki Tubuh Siswi SMP di Trotoar

Foto polwan di Hong Kong menduduki tubuh siswi SMP menjadi viral (Foto: SCMP)

HONG KONG, iNews.id - Foto seorang polisi wanita (polwan) Hong Kong menggunakan masker menduduki tubuh seorang siswi SMP berusia 14 tahun menjadi viral. Peristiwa itu terjadi di trotoar persimpangan jalan yang sedang ramai pada Rabu (4/12/2019) pagi.

Korban tampak mengenakan seragam sekolah. Dia merupakan satu dari empat siswi SMP yang ditangkap di persimpangan Jalan Ma Tau Wai dan Jalan Tam Kung, di To Kwa Wan, sekitar pukul 07.15 waktu setempat. Diketahui, polwan itu membekuk dan menduduki pelajar itu karena menolak ditangkap.

Dalam foto juga tampak seorang pria meminta polwan untuk melepaskan remaja yang sudah tak berdaya itu.

Menurut polisi, empat siswi itu membarikade jalan menggunakan cone lalu menyemprotkan cat ke bus yang lewat. Aksi itu diketahui sang polwan yang kemudian menghentikan mereka.

Petugas menyita sekaleng cat semprot, tongkat, masker wajah, serta sarung tangan dari para siswi, yang diketahui bersekolah di SMP tak jauh dari lokasi.

Pejabat kepolisian Hung Hom, Alan Chung, mengatakan, keempat pelaku ditangkap karena membarikade jalan dan merusak bus.

Petugas juga menangkap seorang pria berusia 47 tahun yang sempat mendorong dan berusaha menyerang polwan tersebut untuk membantu para siswi melarikan diri.

"Siswa perempuan itu diborgol dan tidak langsung diduduki di atasnya. Jadi ini merupakan penggunaan kekuatan minimum," kata Chung, dikutip dari South China Morning Post, Kamis (5/12/2019).

Saat ditanya mengenai beredarnya foto itu, dia mengatakan, "Berhenti mengambil foto. Memotret apa? Anda tidak memotret saat para kecoak ini membarike jalan."

Kecoak merupakan sebutan yang digunakan polisi terhadap pengunjuk rasa antipemerintah.

Foto tersebut jelas menarik perhatian warganet dan mengecam perbuatan sang polwan dan kepolisian Hong Kong.

Mereka mempertanyakan mengapa polwan tega menduduki gadis itu dan menyebutnya sebagai tindakan tidak manusiawi.

Komentar lain menyebut polisi kini jadi lebih ganas sejak demonstrasi Hong Kong pecah.


Editor : Anton Suhartono