Virus Korona, Perawat Hong Kong 'Mogok' karena Pemerintah Tolak Menutup Perbatasan China
Seorang juru bicara Hospital Authority mengatakan, bagian HRD akan menindaklanjuti pengajuan cuti para perawat dan staf itu dan menyiapkan petugas untuk mengisi kekosongan.
Virus Korona: WHO Serukan Dunia Segera Bertindak, Pertimbangkan Umumkan Darurat Global
Seorang sumber mengatakan, di Rumah Sakit Chai Wan, perawat yang bertugas di 10 dari 12 ruang operasi mengambil cuti. Dua ruang operasi hanya dijaga oleh seorang perawat. Padahal setidaknya harus ada dua perawat di setiap kamar operasi.
"Setidaknya dua perawat harus hadir untuk menjalankan satu ruang operasi. Ini berarti jadwal operasi di rumah sakit akan terpengaruh, karena banyak ruang tidak bisa digunakan," kata sumber, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Kamis (30/1/2020).
Dia melanjutkan, para perawat mengambil cuti sebagai pertanda akan digelarnya unjuk rasa besar-besaran, yang kemungkinan digelar pekan depan.
Mereka mengusung tuntutan utama yakni penutupan secara total perbatasan dengan China daratan untuk mencegah menyebarnya virus korona.