Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Vladmir Putin Sebut Pertempuran Armenia-Azerbaijan Tragedi Besar

Rabu, 07 Oktober 2020 - 21:56:00 WIB
Vladmir Putin Sebut Pertempuran Armenia-Azerbaijan Tragedi Besar
Perang Armenia-Azerbaijan telah berlangsung selama sepekan memperebutkan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh. Lebih dari 300 orang dilaporkan menjadi korban. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menganggap pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang disengketakan sebagai tragedi kemanusiaan. Dia pun berharap konflik di sana berakhir dalam waktu dekat.

“Tentu saja (perang) ini adalah tragedi besar. Orang-orang sekarat, ada kerugian besar di kedua belah pihak (Armenia dan Azerbaijan),” ujar Putin kepada televisi pemerintah setempat, dikutip kembali AFP, Rabu (7/10/2020). Dia juga mendesak seluruh pihak menghentikan pertempuran.

Nagorno-Karabakh adalah provinsi milik Azerbaijan, tapi dihuni oleh populasi mayoritas beretnik Armenia. Ketika Uni Soviet runtuh, Azerbaijan dan Armenia sempat terlibat perang di wilayah itu hingga merenggut nyawa sekitar 30.000 orang.

Kini, perang kembali meletus dan kedua belah pihak menentang seruan gencatan senjata dari dunia internasional. Mereka menuduh satu sama lain sebagai pemicu bentrokan baru yang dimulai sejak 27 September lalu itu. Perang kali ini pun menjadi pertempuran yang terberat antara keduanya sejak gencatan senjata pada 1994.

Perang telah mengubah kota utama di Karabakh, Stepanakert, menjadi kota hantu yang dipenuhi amunisi yang belum meledak dan seperti kawah peluru. Azerbaijan menuduh pasukan Armenia menyasar komunitas sipil di daerah perkotaan, termasuk di kota terbesar kedua di negara itu, Ganja—yang dihuni oleh lebih dari 330.000 orang.

Sejak pertempuran pecah lebih dari sepekan lalu, setidaknya 290 orang tewas, termasuk lebih dari 47 warga sipil.

Ada kekhawatiran pertempuran di Nagorno-Karabakh bisa meluas menjadi perang multimedan. Armenia telah mengumumkan darurat militer dan mobilisasi militer, sedangkan Azerbaijan memberlakukan aturan militer dan jam malam di kota-kota besar.

Rusia memiliki perjanjian bidang pertahanan dengan Armenia, yang memungkinkan tentara dan armada tempur Rusia ditempatkan di Armenia. Namun, perjanjian itu tidak mencakup wilayah Nagorno-Karabakh.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut