Wabah Virus Corona, Berkemah di Hutan kini Tren di Australia

Anton Suhartono ยท Rabu, 03 Juni 2020 - 17:25 WIB
Wabah Virus Corona, Berkemah di Hutan kini Tren di Australia

Berkemah menjadi tren di Australia di tengah wabah virus corona (Ilustrasi, Foto: Camp Monk)

SYDNEY, iNews.id - Ada aktivitas baru yang digemari warga Australia di tengah wabah virus corona, yakni berkemah atau belajar bertahan hidup di hutan atau semak,.

Aktivitas ini semakin hidup setelah Australia melonggarkan lockdown. Banyak pihak yang menawarkan pelatihan bertahan hidup di alam terbuka.

Salah satu penyelenggara pelatihan di luar Sydney mengatakan, ada kecenderungan warga untuk kembali ke alam dalam kondisi seperti ini.

Pelatihan bushcraft mengajarkan dasar-dasar bertahan hidup, seperti mencari makanan dan air minum serta mengajarkan budaya tradisional. Sejak pelatihan dimulai bulan lalu, banyak warga yang berminat.

"Banyak orang datang untuk belajar mendisiplinkan diri. Bagaimana mengatur diri mereka saat berada di lingkungan alami" kata instruktur Gordon Dedman dari Bushcraft Survival Australia, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/6/2020).

Dia menambahkan, manfaat dari belajar bertahan hidup di alam liar juga memberikan efek ke pribadi.

"Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, benar-benar memberi rasa percaya diri dan kemudian Anda bisa membuat keputusan lebih baik,” kata mantan tentara itu.

Peserta diajarkan bagaimana membangun tempat berlindung seperti bivak, membuat api dengan alat sederhana, navigasi atau menentukan posisi, mencari tanaman yang bisa dimakan, serta menghadapi tekanan dalam berbagai situasi.

“Mereka mungkin harus menyalakan api untuk membuat tanda pertolongan, merebus air, atau bagi penderita hipotermia,” kata Dedman.

Seorang peserta George Hamza merasakan manfaat dari pelatihan ini.

"Saya terjebak dengan kekacauan di pasar swalayan. Datang ke sini dan menghabiskan beberapa hari bisa melepaskan diri dari itu. Saya merasa sedikit terdetoksifikasi dari lingkup dunia," katanya.

Hamza merupakan satu dari 11 peserta yang mengikuti pelatihan menengah selama 3 hari di dekat Taman Nasional Ku-ring-gai, Ingleside, sebelah utara Sydney.

Editor : Anton Suhartono