Waduh, China Akan Gagalkan Kunjungan Wapres Taiwan ke AS
BEIJING, iNews.id - China akan berupaya keras menggagalkan kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Taiwan William Lai ke Amerika Serikat (AS) pada Agustus. Lai akan transit di AS dalam kunjungannya ke Paraguay untuk menghadiri pelantikan presiden negara itu pada 14 Agustus.
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen beberapa bulan lalu juga transit di AS dalam rangkaian turnya ke Amerika Tengah untuk mengunjungi negara-negara yang mendukung Taiwan. Namun dalam transit di New York dan Los Angeles, Tsai memanfaatkannya untuk meningkatkan hubungan dengan AS.
Duta Besar China untuk AS Xie Feng mengatakan di Forum Keamanan Aspen, membatalkan kujungan pria yang juga kandidat presiden Taiwan itu menjadi prioritas pemerintahannya.
"Taiwan adalah milik China," kata Xie, seraya menegaskan negaranya menginginkan penyatuan kembali Taiwan secara damai, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/7/2023).
Capres Taiwan Akan Kunker ke Amerika Serikat, China Meradang
Menurut Xie, figur-figur separatis Taiwan ingin menjalankan agenda mereka yakni terus meminta dukungan kepada AS.
Mereka, kata Xie, tidak mengakui sebagai orang China. Apa yang mereka lakukan dianggap sangat berbahaya, sehingga tindakan provokatif oleh separatis harus ditangani.
Pesawat Pengintai P-8A Poseidon AS Lintasi Selat Taiwan, China Murka
"Sekarang prioritas kami adalah menghentikan Lai Ching Te mengunjungi Amerika Serikat, seperti 'badak abu-abu' menyerang kami," kata Xie, merujuk pada nama Lai dalam bahasa China.
Badak abu-abu merupakan istilah ancaman yang sangat jelas namun diabaikan.
Taiwan akan menggelar pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilu legislatif pada Januari 2024. Lai dicalonkan oleh partai berkuasa, Partai Progresif Demokratik (DPP), untuk menggantikan Tsai yang tak bisa lagi maju karena sudah menjabat dua periode.
China juga meningkatkan aktivitas militer setelah pengumuman rencana kunjungan Lai ke AS.
Kementerian Pertahanan Taiwan mendeteksi 22 pesawat tempur China di sekitar wilayahnya hari ini, beberapa di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan, batas tak resmi yang membagi wilayah itu dengan China.
Selain itu tujuh kapal perang China melakukan patroli kesiapan tempur.
Editor: Anton Suhartono