Wali Kota Ini Dikecam karena Siapkan 600 Kuburan Korban Corona, padahal Belum Ada yang Meninggal

Anton Suhartono ยท Rabu, 08 April 2020 - 00:36 WIB
Wali Kota Ini Dikecam karena Siapkan 600 Kuburan Korban Corona, padahal Belum Ada yang Meninggal

Kuburan bagi korban virus corona yang disiapkan di Kota Dnipro, Ukraina (Foto: AFP)

KIEV, iNews.id - Wali Kota Dnipro, Ukraina, dikecam karena menyiapkan 600 lebih lubang kuburan bagi korban virus corona, meskipun belum ada satu pun warganya yang meninggal.

Penyiapan kuburan yang terletak di beberapa lokasi itu pun mengundang kontroversi seolah-olah pemerintah berharap ada warganya yang meninggal.

Jangankan di Dnipro, total korban meninggal di seluruh Ukraina saja belum sampai angka tersebut, melainkan masih dua digit.

Sejauh ini negara bekas pecahan Uni Soviet itu mengonfirmasi 1.462 kasus, sebanyak 45 di antaranya meninggal. Sementara kasus corona di Dnipro tercatat 13 penderita.

Juru Bicara Wali Kota Yulia Vitvitska mengatakan, otoritas pemakaman sudah menggali 615 lubang serta menyiapkan 2.000 kantong mayat bagi korban meninggal akibat Covid-19.

Setidaknya 100 lubang baru terlihat di pemakaman besar yang dikelilingi hutan di pinggiran kota.

"Kami bersiap untuk kondisi terburuk," kata Wali Kota Borys Filatov di akun Facebook-nya pekan lalu.

Dia juga menyiapkan prosedur penanganan jenazah korban virus corona. Pekerja medis dilarang mengautopsi jenazah jika penyebab kematian sudah dipastikan karena Covid-19.

Jenazah akan langsung dimasukkan ke kantong mayat kemudian ditaruh di dalam peti sebelum disemprot disinfektan.

Posting-an Filatov itu mengundang kecaman. Seorang aktivis menyebut pernyataan wali kota menimbulkan kecemasan di kalangan warga.

"Itu menyebabkan kepanikan," katanya.

Namun seorang penulis, Yan Valetov (56), menilai langkah wali kota sudah tepat. Menurut dia, penyiapan lubang kuburan itu merupakan dorongan psikologis yang bisa membuat warga lebih berhati-hati dan menghindari paparan virus.

Editor : Anton Suhartono