Wanita AS Berpose dengan Jerapah yang Dibunuh, Warganet Murka

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 04 Juli 2018 - 15:05:00 WIB
Wanita AS Berpose dengan Jerapah yang Dibunuh, Warganet Murka
Tess Thompson Talley (37) saat berpose dengan jerapah buruannya di Afrika, yang memicu kecaman dari warganet. (Foto: doc. AfricalandPost)

NEW YORK, iNews.id - Seorang pemburu perempuan asal Kentucky, Amerika Serikat (AS), berpose dengan jerapah hitam buruannya di Afrika Selatan. Foto aksinya itu menjadi viral dan memicu amarah warnaget.

Ribuan pengguna Twitter marah dan mengutuk aksi Tess Thompson Talley (37) yang membunuh jerapah saat musim panas lalu. Mereka juga mengecam Talley karena bangga mengekspose foto jerapah yang dibunuhnya.

"Doa agar mimpi saya bisa berburu sekali seumur hidup menjadi kenyataan hari ini! Melihat si jerapah banteng hitam langka ini dan menguntitnya selama beberapa lama," tulis Talley, dalam akun Facebook yang kini sudah dihapusnya, seperti dilaporkan USA Today.

Hewan tersebut berusia lebih dari 18 tahun dengan berat 1,8 ton. Dengan bobot itu, jerapah bisa menghasilkan sekitar 900 kg daging. Menurut National Geographic, rata-rata jerapah memiliki umur hingga 25 tahun.

Tess Thompson Talley (37) berpope dengan jerapah yang dibunuhnya saat musim panas lalu. (Foto: doc. Twitter)

Foto kontroversial itu diunggah kembali oleh web Africalandpost dan memicu beragam komentar. Banyak netizen mengecam dan mengkritik perilaku Talley.

"Anda adalah pembunuh yang menjijikkan, keji, tidak bermoral, kejam, egois," ujar aktris yang membintangi serial Will And Grace, Debra Messing.

Komedian Ricky Gervais juga mengecam dengan kata-kata kasar, menyebut Talley sebagai penyebab hewan tersebut punah.

Kepada Fox News, Talley membela diri dengan mengatakan jerapah merupakan anggota dari sub-spesies Afrika Selatan yang tidak langka.

"Jumlah sub-spesies ini sebenarnya meningkat sebagian, pemburu dan upaya konservasi dibayar dalam jumlah besar dengan perburuan besar-besaran," kata Talley.

Talley bukan warga AS pertama yang dikecam terkait perburuan besar. Pada 2015, seorang dokter gigi di Minneapolis dikecam warganet karena membunuh Cecil, singa Zimbabwe yang terkenal.

Perburuan besar-besaran merupakan tindakan legal di Afrika Selatan. Industri dan pariwisata di wilayah itu bisa menghasilkan hingga 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp28 triliun setiap tahun.

Jerapah diklasifikasikan sebagai hewan rentan pada 2016 oleh Serikat Internasional untuk Konservasi Alam, yang mengelola spesies terancam punah di seluruh dunia.

Menurut organisasi itu, jumlah jerapah di Afrika sub-Sahara menurun hingga 40 persen sejak 1985.

Editor : Nathania Riris Michico