Wapres AS JD Vance Bertengkar dengan Menlu Rubio gara-gara Ukraina?
WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (Wapres AS) JD Vance dilaporkan bertengkar dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio terkait proposal perdamaian Ukraina.
Stasiun televisi NBC, mengutip keterangan beberapa sumber pejabat AS, melaporkan hubungan kedua pejabat lingkaran dekat Presiden Donald Trump itu retak dan merenggang beberapa waktu terakhir.
Namun Rubio buru-buru mengklarifikasi pemberitaan tersebut dengan menyebutnya sebagai informasi hoaks.
"Berita ini hanya contoh terbaru dari serangkaian laporan berita palsu 100 persen yang menyebut keretakan di dalam pemerintahan Trump tentang cara mengakhiri perang di Ukraina. Orang-orang ini bukan hanya keliru, mereka benar-benar mengarang cerita," tulis Rubio di media sosial X, dikutip Rabu (26/11/2025).
Vance juga mengunggah ulang pernyataan Rubio di akunnya, seraya menulis, "Media berbohong untuk menggagalkan agenda presiden."
Sebelumnya NBC melaporkan, persaingan politik antara Rubio dan Vance semakin meningkat menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres AS) 2028. Keduanya bisa saja bersaing untuk mendapatkan nominasi dari Partai Republik.
Disebutkan Vance dan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, meyakini pemerintah Ukraina merupakan hambatan utama bagi tercapainya perdamaian. Oleh karena itu, Ukraina harus ditekan untuk memberi konsesi lebih besar untuk mengkahiri perang.
Di saat yang sama, Rubio dan beberapa pejabat lain meyakini bahwa tekanan seharusnya diberikan kepada Rusia, bukan Ukraina, termasuk dengan menjatuhkan lebih banyak sanksi.
Editor: Anton Suhartono