Warga Negara Indonesia Masih Bisa Berobat ke Malaysia di Tengah Pandemi Covid-19

Antara ยท Jumat, 18 September 2020 - 20:34:00 WIB
Warga Negara Indonesia Masih Bisa Berobat ke Malaysia di Tengah Pandemi Covid-19
Warga Negara Indonesia (WNI) yang hendak terbang ke Malaysia. (foto: ist)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Pemerintah Malaysia masih mengizinkan Warga Negara Indonesia (WNI) melakukan pengobatan ke sejumlah rumah sakit di negara tersebut walaupun Indonesia termasuk 23 negara yang dilarang masuk.

"Sebenarnya untuk berobat ke Malaysia masih bisa. Ada 23 negara tidak diperbolehkan ke Malaysia tetapi untuk pengobatan dan perawatan masih bisa," ujar Direktur Marketing Indonesia Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Farah Delah Suhami di Kuala Lumpur, Jumat (18/9/2020).

Farah menyampaikan hal itu dalam webinar bertajuk "Kenalan Dengan Malaysia Healthcare" yang juga menghadirkan Perwakilan MHTC Indonesia, Renata Devita.

Farah mengatakan MHTC merupakan lembaga di bawah Kementerian Kesehatan Malaysia yang diberi tugas melakukan promosi dan memfasilitasi pasien-pasien yang datang ke Malaysia.

"Pada 2019 terdapat sekitar 600 ribu pasien dari Sumatera dan Jawa. Mungkin Malaysai lebih dekat, makanan dan bahasanya sama," katanya.

Dia mengatakan MHTC didirikan untuk membantu pasien dari Indonesia karena seringkali pasien dari yang datang ke Indonesia bingung mencari rumah sakit, dokter dan biaya kalau berobat ke Malaysia.

"Saat ini ada 69 rumah sakit terbaik di bawa MHTC dari 300 rumah sakit di Malaysia. Kami memberikan konsultasi gratis hingga membantu membuat janji," lanjutnya.

Sementara itu, Perwakilan MHTC Indonesia, Renata Devita mengatakan MHTC mewakili perwakilan di Jakarta. Dia juga memastikan saat pandemi Covid-19 pihaknya masih menerima pasien dari Indonesia dengan menerapkan prosedur yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Malaysia.

"Walaupun kita memiliki perwakilan di Jakarta namun kami melayani pertanyaan dari provinsi seluruh Indonesia bisa melalui WhatsApp maupun Instagram."

"Malaysia akan membuka perbatasan negara hanya utntuk kasus evakuasi medis dan penyakit tertentu yang telah mendapat persetujuan dari rumah sakit di Malaysia yang terdaftar di MHTC. Evakuasi medis ini adalah penyakit yang memerlukan pertolongan segera misalnya penyakit jantung atau kanker," ujarnya.

Editor : Arif Budiwinarto

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda