Warga Rusia Dianjurkan Berhubungan Seks saat Jam Istirahat di Tempat Kerja
Angka kelahiran Rusia telah mencapai titik terendah sejak 1999, dengan jumlah kelahiran hidup pada Juni turun di bawah 100.000 jiwa. Penurunan drastis ini telah menimbulkan kekhawatiran di Moskow tentang penurunan populasi yang parah.
Menurut Badan Statistik Rusia, Rosstat, negara itu mengalami penurunan kelahiran yang signifikan. Jumlah kelahiran turun lebih dari 16.000 anak antara Januari dan Juni 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ungkap Euro News.
Penurunan itu diperburuk oleh peningkatan penurunan populasi sebesar 18 persen, dengan 49.000 lebih kematian tercatat pada 2024 dibandingkan sebelumnya, yang mungkin disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. Kremlin pun berupaya untuk meningkatkan angka kelahiran Rusia melalui serangkaian kebijakan.
Yang pertama yaitu mengadakan pemeriksaan kesuburan gratis. Lewat program ini, para perempuan di Moskow, berusia 18-40 tahun, dianjurkan menjalani penilaian kesuburan gratis untuk mengevaluasi potensi reproduksi mereka.
Selain itu, Anggota Parlemen Tatyana Butskaya mengusulkan rencana untuk menekan para pengusaha agar mendorong karyawan perempuan mereka memiliki anak. Rusia juga menawarkan insentif bagi pasangan yang memiliki anak. Wilayah Chelyabinsk menawarkan insentif belasan juta rupiah kepada siswi di bawah usia 24 tahun untuk kelahiran anak pertama mereka.