Wartawan dari Media Pengkritik Erdogan Ditahan karena Tuduhan Spionase

Antara ยท Sabtu, 13 Juni 2020 - 05:30:00 WIB
Wartawan dari Media Pengkritik Erdogan Ditahan karena Tuduhan Spionase
Ilustrasi tahanan dalam penjara. (Foto: AFP)

ANKARA, iNews.id – Seorang jurnalis termasyhur dari salah satu media daring di Turki, Muyesser Yildiz, ditahan pengadilan selagi menunggu persidangan atas tuduhan spionase militer dan politik terhadapnya. Kantor Berita Anadolu melaporkan, Jumat (12/6/2020).

Yildiz adalah editor pada portal berita daring OdaTV. Dia ditangkap sejak Senin (8/6/2020) lalu, kemudian baru resmi ditahan pada Kamis (11/6/2020) kemarin, setelah penyidik mengambil keterangan dari perempuan berusia 57 tahun itu.

Ismail Dukel, seorang jurnalis televisi lain dari stasiun TELE1, yang juga ditangkap bersama dengan Yildiz, telah dibebaskan seusai dimintai keterangan oleh polisi. Selain itu, ada seorang sersan militer juga ikut ditahan bersama mereka, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut tentangnya.

OdaTV adalah media yang kerap melancarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Sementara, Turki memang tercatat sebagai negara di peringkat atas yang sering memenjarakan jurnalis.

Sejak terjadi upaya kudeta pada 2016, pemerintah Turki mengambil langkah keras terhadap orang-orang yang diduga terkait dengan jaringan Fethullah Gulen—ulama yang dituduh mendalangi kudeta itu dan menjadi eksil di AS. Lebih dari 77.000 orang dipenjara, dan sekitar 150.000 pegawai negeri, anggota militer, serta dari golongan lainnya dipecat atau ditangguhkan status kepegawaian mereka.

Pengkritik menyebut Erdogan memanfaatkan upaya kudeta yang gagal itu sebagai dalih untuk melarang suara berbeda di masyarakat serta memperkuat kekuasaannya—yang tentu dibantah oleh pihak penguasa. Pemerintah berdalih penangkapan itu adalah langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan nasional.

Editor : Ahmad Islamy Jamil