Wartawan Pakistan Hilang di Swedia, Diduga terkait Tulisan Kritis soal Balochistan

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 01 April 2020 - 05:30:00 WIB
Wartawan Pakistan Hilang di Swedia, Diduga terkait Tulisan Kritis soal Balochistan
Sajid Hussain. (Foto: Twitter)

STOCKHOLM, iNews.id – Seorang wartawan Pakistan yang tinggal dalam pengasingan di Swedia, Sajid Hussain, dilaporkan hilang selama hampir sebulan. Kelompok hak asasi manusia yang fokus di bidang pers, Reporters Without Borders atau juga dikenal dengan Reporters Sans Frontières (RSF), menduga kasus hilangnya sang wartawan berkaitan dengan berita-beritanya tentang Balochistan.

Sajid Hussain hilang pada 2 Maret, menurut keterangan polisi Swedia. Pria itu berasal dari Provinsi Balochistan Pakistan. Namun, beberapa tahun terakhir dia tinggal dan bekerja sebagai dosen paruh waktu di Kota Uppsala, Swedia. Hussain juga menjabat sebagai pemimpin redaksi media daring Balochistan Times.

Menurut RSF, Hussain terakhir terlihat naik kereta api dari Stockholm menuju Uppsala. Saat itu, dia berniat hendak meletakkan beberapa barang pribadi di apartemen barunya yang berada di Uppsala. Sejak itu, tidak ada lagi kabar dari sang wartawan. Dia juga dikatakan belum melakukan kontak dengan siapa pun setelah itu.

“Tidak seorang pun, termasuk keluarganya, telah mendengar sesuatu darinya,” kata Presiden RSF cabang Swedia, Erik Halkjaer, kepada AFP, Selasa (31/3/2020).

Menurut Halkjaer, lantaran artikel-artikel Hussain yang kritis, tidak dapat disangkal bahwa dinas intelijen Pakistan telah terlibat dalam penghilangan sang wartawan. The Balochistan Times selama ini memang kerap kali melaporkan tentang pelanggaran HAM serta beberapa aktivitas kelompok pemberontak di Balochistan.

RSF mengungkapkan, sebelumnya ada berbagai kasus wartawan Pakistan di pengasingan yang tinggal di Eropa dilecehkan dan diancam atas pemberitaan mereka oleh pihak-pihak tertentu. Pada Februari lalu, blogger Ahmad Waqass Goraya diserang dan diancam di luar rumahnya di Rotterdam oleh dua orang pengguna Bahasa Urdu.

Berdasarkan informasi rahasia yang diperoleh RSF, Badan Intelijen Pakistan (ISI) memang menyimpan daftar wartawan yang diasingkan di luar negeri. Sementara, Hussain adalah jurnalis terkenal di Balochistan dan tulisan-tulisannya sebagian besar terfokus pada perdagangan narkoba, penghilangan paksa, dan pemberontakan di Balochistan.

Hussain awalnya meninggalkan Pakistan ke Oman dan kemudian pindah ke Swedia pada 2017, di mana menurut polisi dia menerima suaka pada 2019.

Juru bicara Kepolisian Swedia mengatakan kepada AFP, mereka masih menyelidiki kasus wartawan hilang itu berdasarkan beberapa teori. Namun, mereka tidak dapat memberikan komentar lebih detail karena penyelidikan masih berlangsung.

Editor : Ahmad Islamy Jamil