WHO Desak Rusia Ikuti Pedoman Pengembangan Vaksin Virus Corona

Anton Suhartono ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 20:06 WIB
WHO Desak Rusia Ikuti Pedoman Pengembangan Vaksin Virus Corona

WHO desak Rusia mengikuti semua pedoman terkait pembuatan vaksin virus corona (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Rusia untuk mengikuti pedoman yang telah ditetapkan dalam memproduksi vaksin virus corona yang aman dan efektif.

Sebelumnya Rusia mengumumkan akan memproduksi ratusan ribu dosis vaksin Covid-19 per bulan mulai September dan menggunakannya pada Oktober 2020. Pada 2021, produksi digenjot menjadi jutaan dosis vaksin per bulan.

Setidaknya ada empat prototipe vaksin Covid-19 yang dikembangkan Rusia, salah satunya buatan Institut Gamaleya Moskow yang sudah merampungkan uji coba pada manusia dan siap diproduksi setelah izin dari pemerintah keluar.

Juru Bicara WHO Christian Lindmeier mengatakan, semua kandidat vaksin harus melalui tahap pengujian penuh sebelum diluncurkan.

"Harus ada praktik yang mapan serta (mengikuti) pedoman. Vaksin (atau obat-obatan) apa pun tentu saja harus melalui semua uji coba dan tes sebelum diberi lisensi untuk diluncurkan," kata Lindmeier, dikutip dari AFP, Selasa (4/8/2020).

Dia menambahkan, ada perbedaan yang mencolok antara menemukan atau memiliki vaksin. Setiap vaksin harus benar-benar terbukti dapat bekerja efektif dan melewati semua tahapan pengujian.

WHO, lanjut dia, belum diberitahu tahu secara resmi mengenai perkembangan penelitian vaksin Rusia, termasuk yang akan diproduksi. Namun badan PBB itu akan segera mengecek jika sudah mendapat pemberitahuan resmi.

"Jika ada sesuatu yang resmi, mitra kami di kantor Eropa pasti akan memeriksanya. Secara umum, ada serangkaian pedoman, peraturan, dan cara menangani pengembangan vaksin yang aman. Ini harus dipatuhi untuk memastikan bahwa kita paham benar vaksin apa yang tepat untuk melawannya, siapa yang dapat membantu, dan tentu saja efek sampingnya," tutur Lindmeier.

Pandemi virus corona yang telah mengeinfeksi lebih dari 18 juta orang di seluruh dunia memicu mobilisasi besar-besaran dalam penelitian yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para ahli dunia berlomba membuat vaksin yang dapat melindungi miliaran penduduk dunia.

Namun para ilmuwan Barat menyampaikan keprihatinan mengenai cepatnya pengembangan vaksin Rusia. Mereka curiga para peneliti Rusia mengambil jalan pintas setelah mendapat tekanan dari pihak berwenang.

Hasil tinjauan WHO tentang kandidat vaksin Covid-19 yang diterbitkan pada Jumat lalu mencantumkan 26 yang pengujian klinis, enam di antaranya sampai pada tingkat pengujian Tahap 3.

Sementara kandidat vaksin milik Gamaleya, yang merupakan salah satu dari 26 yang diuji pada manusia, baru terdaftar di Fase 1.

Selain itu ada139 kandidat vaksin di seluruh dunia yang statusnyas masih dalah tahap evaluasi pra-klinis.

Editor : Anton Suhartono