WHO: Limbah Medis Menumpuk dalam Jumlah Besar selama Pandemi, Jadi Ancaman Sendiri
Laporan itu juga menyebutkan, sekitar 140 juta alat uji berpotensi menghasilkan 2.600 ton limbah—yang sebagian besarnya berupa sampah plastik dan limbah kimia—yang cukup untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.
Selain itu, diperkirakan bahwa sekitar 8 miliar dosis vaksin yang telah diberikan kepada penduduk dunia dan menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah medis dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.
Laporan WHO tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah-limbah medis paling mengerikan terjadi. Akan tetapi, organisasi internasional itu merujuk pada tantangan yang pernah muncul sebelumnya semisal pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas di pedesaan India, serta sejumlah besar lumpur tinja yang tidak terkelola di fasilitas karantina di Madagaskar.
“Bahkan sebelum pandemi, sekitar sepertiga fasilitas kesehatan tidak dilengkapi untuk menangani beban limbah yang ada. Dari jumlah itu, 60 persennya terdapat di negara-negara miskin,” ungkap WHO.
Editor: Ahmad Islamy Jamil