WHO: Vaksin Covid-19 Bagi Orang Usia Muda Baru Akan Tersedia pada 2022

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 21:05 WIB
WHO: Vaksin Covid-19 Bagi Orang Usia Muda Baru Akan Tersedia pada 2022

Foto ilustrasi calon vaksin yang tengah dikembangkan sejumlah perusahaan biofarmasi dunia. WHO memperkirakan vaksin tersedia paling cepat tahun depan. (foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin Covid-19 akan diprioritaskan bagi orang-orang dengan kategori tertentu. Sedangkan vaksin bagi orang usia muda baru akan tersedia pada 2022 mendatang.

Vaksin menjadi harapan terakhir menyudahi pandemi Covid-19 yang telah menginfeksi lebih dari 38,6 juta orang di dunia sejak Januari lalu dan menewaskan lebih dari 1 juta.

Puluhan uji vaksin tengah dilakukan sejumlah perusahaan biofarmasi negara-negar maju. Namun, sampai saat ini belum ditemukan vaksin paten yang terbukti khasiatnya menyembuhkan Covid-19.

Bahkan, dua uji coba tahap 3 calon vaksin yang tengah dikembangkan perusahaan Amerika Serikat, Johnson & Johnsosn dan AstraZeneca, terpaksa dihentikan setelah sukarelawan mengalami sakit sebagai efek samping.

Meskipun vaksin diyakini belum akan tersedia dalam waktu dekat, polemik siapa orang yang perlu mendapat urutan prioritas injeksi saat vaksin paten ditemukan sudah muncul sejak saat ini.

"Orang-orang cenderung berpikir bahwa pada awal Januari atau pekan pertama April, saya akan mendapatkan vaksin dan kemudian semuanya akan kembali normal," kata Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, dikutip dari Strait Times, Kamis (15/10/2020).

"Tidak akan seperti itu," lanjutnya.

Soumya mengatakan dia berharap setidaknya satu vaksin yang aman dan efektif bisa tersedia pada 2021, tetapi hanya akan tersedia dalam jumlah terbatas.

"Banyak orang setuju, injeksi (vaksin Covid-19) dimulai dari petugas kesehatan dan pekerja di barisan terdepan penanganan Covid-19, lalu orang tua," ucapnya.

Soumya menambahkan untuk orang muda dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan baik akan berada di urutan terakhir injeksi vaksin Covid-19 sesuai urutan prioritas.

"Akan ada banyak panduan (pemberian vaksin) yang dikeluarkan, tapi saya pikir orang biasa, orang muda yang sehat, mungkin harus menunggu hingga 2022 untuk mendapatkan vaksin," tuturnya.

WHO menyebut membiarkan infeksi Covid-19 menyebar dengan harapan mencapai "herd immunity" sangat tidak etis dan akan menyebabkan kematian yang sia-sia.

"Orang-orang berbicara mengenai herd immunity. Kita seharusnya hanya membicarakannya dalam konteks vaksin."

"Anda perlu memvaksinasi setidaknya 70 persen orang untuk benar-benar menghentikan penularan," lanjutnya.

Editor : Arif Budiwinarto