Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

Wow! 621 Juta Penduduk China Sudah Divaksinasi Covid

Senin, 31 Mei 2021 - 11:41:00 WIB
Wow! 621 Juta Penduduk China Sudah Divaksinasi Covid
Ilustrasi vaksinasi. (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id China telah memvaksinasi sekitar 621 juta jiwa penduduknya dengan vaksin Covid. Jumlah tersebut mencapai hampir separuh 1,4 miliar jiwa populasi negeri tirai bambu.

China kini dilaporkan sedang mengembangkan vaksin corona dosis ketiga untuk memperkuat kekebalan komunitas di negara itu.

Saat menyuntikkan vaksin kepada 100 juta penduduk pertama, China membutuhkan waktu 25 hari. Namun, proses inokulasi terhadap 100 juta penduduk pada tahap keenam vaksinasi di sana semakin cepat, yakni hanya memakan waktu lima hari, menurut data yang dirilis Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), Senin (31/5/2021) ini.

Di Beijing, lebih dari 86 persen warga berusia 18 tahun ke atas telah divaksinasi Covid-19.

Pada mulanya, vaksin dosis ganda yang dikembangkan oleh Sinopharm dan Sinovac hanya bisa digunakan untuk orang berusia 18 hingga 59 tahun. Sementara, vaksin dosis tunggal CanSino bisa digunakan untuk usia 18 tahun ke atas hingga 60 tahun ke atas.

Vaksin Sinopharm dan Sinovac telah digunakan oleh penduduk berusia 60 tahun ke atas di sejumlah daerah, termasuk Beijing dan Shanghai, menurut laporan media China. Di tengah terjadinya kasus sporadis di berbagai wilayah, Beijing mulai meluncurkan program vaksinasi dosis ketiga untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh masyarakat.

Vaksin dosis ketiga telah diberikan di 13 provinsi, termasuk Anhui, Zhejiang, Jiangsu, Shandong, Guizhou, Hubei, Henan, dan Beijing. Vaksin tersebut adalah hasil pengembangan Institut Mikrobiologi pada Chinese Academy of Science (CAS) bekerja sama dengan Anhui Zhifei Longcom.

Vaksin yang dikembangkan melalui metode rekombinasi subunit protein telah mendapatkan persetujuan dari otoritas China, menurut laporan laman CAS.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut