Wow, Malaysia Mampu Genjot Tes Covid Jadi 54.706 Per Hari

Antara, Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:32 WIB
Wow, Malaysia Mampu Genjot Tes Covid Jadi 54.706 Per Hari

Ilustrasi tes Covid dengan metode PCR. (Foto: AFP)

PUTRAJAYA, iNews.id – Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menggenjot kapasitas uji tes Covid RT-PCR menjadi 54.706 per hari. Langkah tersebut sebagai bagian dari upaya negara itu meningkatkan kesiapsiagaan berbagai aspek kesehatan dalam menangani wabah virus corona.

“Pencapaian tersebut hasil kesepakatan kerja sama 61 laboratorium di bawah KKM, Angkatan Tentara Malaysia, Kementerian Sains Teknologi dan Inovasi, PTN dan PTS serta laboratorium swasta,” ujar Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, di Putrajaya, Kamis (15/10/2020).

Menurut Adham, sebanyak 13 laboratorium PTN di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi dan laboratorium swasta kini sedang memacu SDM ke tahap maksimal. Hingga 14 Oktober 2020, kata dia, sebanyak 42 persen kapasitas laboratorium negara digunakan.

Jumlah tersebut bakal meningkat untuk menguji lebih banyak sampel, terutama di zona merah, zona kuning serta aktivitas penyaringan dan pendeteksian kontak dekat oleh KKM.

“Di Sabah, laboratorium kesehatan pemerintah Kota Kinabalu, laboratorium di Hospital Queen Elizabeth dengan kapasitas 2.500 uji sehari sudah beroperasi. Sementara itu, sisa sampel dari keseluruhan Sabah diantar dengan penerbangan Tentara Udara Malaysia ke Semenanjung Malaysia,” ucapnya.

Selain itu, kelengkapan laboratorium di Klinik Kesehatan Tawau Kubota sedang ditingkatkan agar dapat menjalankan pengujian RT-PCR dan diharapkan beroperasi dalam waktu dekat.

KKM melaporkan, hingga 14 Oktober 2020 pukul 12.00, ada sebanyak 660 kasus baru Covid-19 di Malaysia, dengan jumlah kematian sebanyak empat orang.

Untuk diketahui, tes Covid yang dilakukan Indonesia paling banyak sejauh ini baru mencapai 40.012 per hari. Jumlah itu diperoleh pada Selasa (13/10/2020) lalu.

Meski kemampuan tes Covid-19 di Indonesia masih di bawah Malaysia, angka itu sudah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)—yang menyarankan pengetesan sekitar 38.000 orang per hari.

Editor : Ahmad Islamy Jamil