X Tolak Hapus Video Pendeta Ditikam, Perseteruan Elon Musk dengan Australia Makin Menjadi
Miliarder yang juga pemilik Tesla Motor dan SpaceX itu setuju dengan komentar netizen bahwa Lambie harus dipenjara. Dia juga mengamini komentar netizen lain soal undang-undang pembatasan senjata Australia diarahkan untuk menghentikan perlawanan terhadap “pemerintahan fasis”.
Perusahaan platform X juga menegaskan sikapnya untuk menentang perintah menghapus video tersebut dalam sidang pengadilan pada Rabu kemarin. Pengacara X mengatakan, pendeta yang diserang juga sudah mengizinkan agar video tersebut beredar di media sosial.
Konflik ini memicu perdebatan sengit antara Musk dan netizen melawan para pejabat senior Australia, termasuk Perdana Menteri Anthony Albanese, Lambie, serta eSafety.
Seorang pengguna X yang tidak disebutkan namanya mengunggah pesan bahwa Lambie-lah yang seharusnya dipenjara karena menyensor kebebasan berbicara di X. Musk merespons posting-an itu, "Tentu saja. Dia adalah musuh rakyat Australia".
Musk melanjutkan serangan terhadap pemerintah Australia dengan menyinggung permasalahan lain. Dia mengomentari postingan pengguna X, juga tidak disebutkan identitasnya, namun sudah terverifikasi. Netizen itu menulis, Australia telah melucuti semua senjata warganya pada 1996 sehingga tidak bisa melawan pemerintah fasis.
Musk meresponsnya dengan tanda seru.
X dan Musk berdalih sudah mematuhi perintah penghapusan sementara dengan memblokirnya untuk warga Australia, namun akan mengajukan banding.
Editor: Anton Suhartono