Zelensky: Ukraina Bergantung pada Trump Akhiri Perang dengan Rusia
KIEV, iNews.id - Setelah hampir 4 tahun berada dalam tekanan perang besar melawan Rusia, Ukraina menaruh harapan besar pada Amerika Serikat (AS), lebih spesifik kepada Presiden Donald Trump, untuk membuka jalan menuju perdamaian.
Presiden Volodymyr Zelensky secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap proposal damai versi revisi yang disusun pemerintahan Trump, meski naskah barunya belum dirilis ke publik.
Proposal tersebut awalnya berisi 28 poin dan sempat ditolak Ukraina karena dinilai terlalu menguntungkan Rusia. Namun, beberapa laporan menyebutkan, isinya setelah mengalami pemangkasan menjadi 18 poin dan direvisi secara substansial, Zelensky kini melihat peluang baru.
“Prinsip-prinsip dokumen ini bisa diperluas menjadi kesepakatan lebih mendalam,” ujar Zelensky, dalam pernyataan di video, dikutip Rabu (26/11/2025).
Bergantung pada AS dan Efek Trump
Dalam pernyataannya, Zelensky menegaskan satu hal yang mencerminkan situasi sulit Ukraina saat ini, negaranya sangat bergantung pada AS dalam mencapai perdamaian. Dia bahkan menyebut secara gamblang bahwa posisi AS sangat krusial karena Rusia selalu memperhatikan kekuatan dan sikap Washington.
“Saya mengharapkan kerja sama aktif lebih lanjut dengan Amerika Serikat dan dengan Presiden Trump. Banyak hal bergantung pada Amerika, karena Rusia sangat memperhatikan kekuatan Amerika,” kata Zelensky.
Dengan kata lain, Kiev melihat bahwa hanya AS, dan Trump sebagai aktor politik utama, yang memiliki pengaruh cukup besar untuk mendorong Moskow menerima kesepakatan damai yang layak bagi Ukraina.
Pembicaraan AS-Rusia Menguatkan Harapan Kiev
AS tampaknya juga mulai menggerakkan diplomasi tingkat tinggi. Washington melakukan pembicaraan dengan pejabat Rusia di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Selasa (25/11/2025). Langkah ini memberi sinyal bahwa negosiasi telah memasuki fase yang lebih serius, sesuatu yang sangat dibutuhkan Ukraina di tengah kelelahan perang, krisis ekonomi, dan tekanan politik dalam negeri.
Zelensky sebelumnya sudah menyampaikan kepada negara-negara sekutu bahwa Ukraina siap bergerak menuju perdamaian berdasarkan versi terbaru dari proposal AS tersebut. Namun dia tetap mengingatkan adanya poin-poin sensitif yang harus dibahas secara hati-hati.
Siap Bertemu Trump, Ajak Eropa Turut Menjamin Keamanan
Zelensky mengatakan dirinya siap bertemu langsung dengan Trump untuk membahas isu-isu paling kritis dalam kerangka perdamaian. Dia juga menegaskan Eropa tidak boleh berada di pinggir pembicaraan.
“Kerangka kerja yang dikembangkan oleh tim kami di Jenewa sudah dibahas, dan kami siap bergerak maju bersama Amerika Serikat, dengan keterlibatan langsung Presiden Trump, dan dengan Eropa,” ujarnya.
Presiden Ukraina juga mendesak para pemimpin Eropa untuk aktif dalam negosiasi, mengingat keputusan akhir atas keamanan dan stabilitas kawasan tidak hanya berdampak pada Ukraina, tetapi juga pada seluruh benua.
Editor: Anton Suhartono