11 Mobil Mewah Menunggak Pajak di Apartemen Penjaringan, dari Bentley hingga Lamborghini

Irfan Ma'ruf ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 01:15 WIB
11 Mobil Mewah Menunggak Pajak di Apartemen Penjaringan, dari Bentley hingga Lamborghini

Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak sebelas mobil mewah terparkir di basement Apartemen Regatta Penjaringan, Jakarta Utara. Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sebelas mobil mewah itu belum melunasi pajak alias menunggak pajak.

Sebanyak sebelas mobil mewah itu berasal dari berbagai merek. Rata-rata mobil tersebut keluaran pabrikan Eropa. Saat inspeksi mendadak (sidak) Kamis (5/12/2019), petugas langsung menempelkan stiker tanda mobil mewah tersebut belum membayar pajak.

Dari deretan mobil mewah itu ada merek Bentley Continental. Mobil berwarna hitam keluaran Inggris itu berplat nomor polisi B 0033 LT.

Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)
Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Setelah dilakukan pengecekan menggunakan aplikasi, mobil tersebut telat membayar pajak. Kemudian petugas menempalkan stiker peringatan belum membayar pajak dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Kemudian KPK dan BPRD menyisir setiap mobil mewah yang berada di seluruh basement. Ditemukan lagi ada sekitar 10 mobil mewah. Sama seperti mobil sebelumnya, mobil-mobil mewah tersebut juga disegel.

Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)
Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Mobil mewah lainnya adalah Mercedes benz berwarna putih dengan nomor polisi B 0517 ARS, mobil merk Jeep bewarna putih nomor polisi B 1973 UJL, mobil merek Landrover model Jeep tipe Range Rover bewarna Hitam nomor polisi B 0044 LT, mobil merek Audi model sedan warna putih nomor polisi B 0111 WID, mobil merek mercedes Benz berwarna Putih nomor polisi B 1639 UAG.

Mobil lainnya, Mercedes Benz tipe S450L berwarna Putih Metalik nomor polisi B 0888 NRW, mobil merek Lexus model Jeep berwarna Putih Metalik nomor polisi B 0999 RNW. Mobil merek Toyota model sedan berwarna Putih nomor polisi B 0338 GYM, mobil merek Landrover model Jeep berwarna Putih berplat nomor polisi B 0001 AGR, Mercedes benz jenis Jeep berwarna Hitam Metalik berplat nomor polisi B 0001 YHL.

Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)
Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta Utara dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel 11 mobil mewah karena menunggak pajak yang terparkir di Apartemen Regatta, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

Dari inspeksi mendadak tersebut total potensi pendapat daerah diperkirakan mencapai Rp344.792.000. BPRD Jakarta Utara mencatat sekitar 170 mobil mewah yang menunggak pajak di Penjaringan Jakarta Utara nilainya mencapai miliaran rupiah.

"Mobil mewah di Penjaringan dan juga utara sampai dengan saat ini posisi yang masih belum berbayar sekitar 170 dengan potensi Rp5,4 miliar. Dan itu yang jadi target kita dalam waktu dekat ini dicairkan dalam Desember ini," kata Wakil Ketua BPRD Jakarta, Yuandi Bayak Miko, di kantor Camat Jakarta Utara, Kamis (5/12/2019).


Editor : Djibril Muhammad