1.100 Mobil di Jakarta Masih Menunggak Pajak, Totalnya Capai Rp37 Miliar

Wildan Catra Mulia ยท Jumat, 06 Desember 2019 - 15:15 WIB
1.100 Mobil di Jakarta Masih Menunggak Pajak, Totalnya Capai Rp37 Miliar

Sejumlah mobil mewah yang menunggak pajak di Jakarta. (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id – Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Provinsi DKI Jakarta terus menggencarkan penerimaan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak kendaraan bermotor (PKB) di Ibu Kota. Di antara upaya yang kini dilakukan adalah memburu pemilik 1.100 mobil untuk menyelesaikan kewajiban mereka sebelum 31 Desember 2019.

“Sebenarnya dari total data awal per September itu ada 1.500-an. Ini kan tiap hari kami update dengan cara razia tadi terakhir tinggal 1.100-an lah yang belum kami identifikasi,” kata Kepala Humas BPRD DKI Jakarta, Mulyo Sasungko, saat dihubungi, Jumat (6/12/2019).

Dia mengatakan, dari jumlah kendaraan tersebut di atas, total tagihan pajaknya diperkirakan mencapai Rp37 miliar. Sementara saat ini pihaknya terus melakukan penertiban hingga door to door (dari rumah ke rumah). “Potensi penerimaannya sekitar Rp37 miliar yang belum bayar tadi yah. Yang sudah membayar sekitar Rp13 M,” ujarnya.

Mulyo mengungkapkan, pihaknya memiliki kesulitan dalam menertibkan para penunggak PKB kali ini lantaran objek penertiban tersebut adalah barang yang bergerak. Tak hanya itu, kadang terdapat data yang tak sesuai dengan BPKB dan STNK mobil, sehingga pihaknya meminta warga lebih kooperatif.

“Ya kalau jenis objeknya sendiri kalau kendaraan, mobile, bergerak. Itu yang perlu kami mendeteksi, apalagi alamat yang tercantum di stnk itu juga kalau enggak jelas akan susah dideteksi. Makanya kemarin kami coba langsung yang mudah dulu dikerjakan, yaitu di sekitar Penjaringan (Jakarta Utara),” ucapnya.

“Itu kami jalankan razia door to door untuk alamat yang jelas dulu, karena di database juga banyak yang enggak pas. Itu sambil jalan kami akan coba deteksi,” kata dia.

Kepala BPRD DKI Jakarta, Faisal Syafruddin, sebelumnya mengatakan, realisasi penerimaan pajak tahun ini baru mencapai 80 persen dari target penerimaan pajak sebesar Rp44,54 triliun. Salah satu penyebabnya yaitu masih ada penunggakan PKB sekitar Rp2 triliun. “Ini kami bergerak secara masif dan ada program juga, program penempelan stiker bagi mobil yang masih menunggak,” kata Faisal di Jakarta, Kamis (5/12/2019) kemarin.

Editor : Ahmad Islamy Jamil