16 Kelurahan di Jakarta Belum Punya Puskesmas, Ini Penyebabnya

Antara ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 16:45 WIB
16 Kelurahan di Jakarta Belum Punya Puskesmas, Ini Penyebabnya

Ilustrasi puskesmas. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.idDinas Kesehatan DKI Jakarta menyebutkan masih ada 16 kelurahan di Ibu Kota belum memiliki pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Fasilitas ini sejatinya berfungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk diakses masyarakat dalam sebuah wilayah.

“Benar, masih ada 16 kelurahan kita yang belum punya puskesmas,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastusti, dalam rapat bersama DPRD DKI Komisi E di Gedung DPRD DKI, Minggu (8/12/2019).

Dia menuturkan, masalah lahan menyebabkan tidak tersedianya layanan kesehatan puskesmas di 16 kelurahan. “Tanahnya susah Pak, biasanya seperti itu,” kata Widyastusti menjawab pertanyaan Ketua Komisi E, Iman Satria, mengenai kendala tidak adanya bangunan puskesmas di 16 kelurahan itu.

Widyastusti menyebutkan, beberapa kelurahan yang tidak memiliki puskesmas itu antara lain Kelurahan Kebon Kacang, Kelurahan Gondangdia, Kelurahan Cikini, Kelurahan Senen, Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kelurahan Kemayoran, Kelurahan Gambir, Kelurahan Duri Selatan, dan Kelurahan Tanah Sereal. Kendati demikian, pihaknya berupaya untuk menyediakan layanan kesehatan agar mudah diakses masyarakat meski tak selengkap pelayanan puskesmas.

“Iya belum ada puskesmas tapi sudah ada posko kesehatan, jadi sifatnya masih temporer. Bangunan fisik sudah ada tapi belum terstandar puskesmas,” ungkap Widyastuti.

Lebih lanjut Widyastuti mengatakan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan mencoba mencari tempat di kelurahan yang belum memiliki puskesmas agar dapat menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat. “Nanti kita lihat lagi di sana semoga masih ada lahan punya Pemprov DKI yang bisa kita gunakan,” ujarnya.

Widya menuturkan, hingga akhir 2019, sebanyak 289 kelurahan di Jakarta sudah memiliki layanan puskesmas yang terjangkau bagi masyarakat.


Editor : Ahmad Islamy Jamil