180 Lansia Rela Antre demi Divaksin Covid di RSUD Kembangan

Okezone, Fahreza Rizky · Selasa, 23 Februari 2021 - 15:52:00 WIB
180 Lansia Rela Antre demi Divaksin Covid di RSUD Kembangan
Suasana vaksinasi covid di meja registrasi RSUD Kembangan. (Foto Okezone/Fahreza Rizky).

JAKARTA, iNews.id - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kembangan, Jakarta Barat, melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 180 warga lanjut usia (lansia) pada Selasa (23/2/2021). Mereka sukarela datang ke lokasi dengan ikut mengantre demi mendapatkan vaksin.

Berdasarkan pantauan MNC Portal di lokasi, sejumlah lansia nampak sudah memadati halaman depan RSUD Kembangan. Mereka langsung menuju lokasi vaksinasi yang terletak di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Hanya lansia yang namanya sudah ada di papan pengumuman yang akan diberikan vaksin. Mereka sebelumnya harus mendaftar online terlebih dahulu.

Humas Pelayanan RSUD Kembangan, Avy Permata Sari, mengatakan, sejak digelar pertama kali pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap 513 lansia. Lalu hari ini bertambah 180. Dengan demikian totalnya sekitar 693 lansia yang divaksinasi.

"Yang divaksin sudah lebih dari 500. Kemarin 513. Hari ini yang divaksin sekitar 180. Ini akan terus berlangsung sampai diberi tahu kementerian bahwa kita akan berhenti," kata Avy kepada MNC Portal Indonesia di lokasi.

Avy menuturkan, lansia sangat antusias mengikuti vaksinasi Covid di RSUD Kembangan. "Lansia di Jakarta Barat luar biasa, mereka sadar bahwa vaksin itu penting dan mereka sukarela datang dan antre untuk mendapatkan vaksin," ucapnya.

Avy menambahkan, prosedur mendapatkan vaksinasi Covid untuk lansia dimulai dengan pendaftaran online. Setelah itu, lansia akan mendapatkan jadwal kedatangannya.

Lansia harus datang ke RSUD sesuai jadwal yang sudah diberikan. Setelah tiba di lokasi, peserta harus melakukan registrasi ulang di meja pertama. Petugas akan memverifikasi identitas.

"Setelah lolos dari administrasi di mana KTP harus DKI dan di atas 60 tahun, lalu masuk ke meja dua. Kita lakukan screening kesehatan, hipertensi tidak boleh lebih dari 180, tidak penyakit dalam, dan tidak penyintas (Covid)," kata Avy.

Editor : Faieq Hidayat

Halaman : 1 2