2 Cawagub DKI Jakarta Batal Diserahkan ke Anies karena Dua Alasan Ini

Wildan Catra Mulia ยท Senin, 11 Februari 2019 - 13:38 WIB
2 Cawagub DKI Jakarta Batal Diserahkan ke Anies karena Dua Alasan Ini

Ketua Komisi Kebijakan Publik Majelis Pertimbangan Wilayah PKS Ahmad Yani saat medampingi tiga cawagub DKI bertemu dengan Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta, Selasa (29/1/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id - Dua nama calon wakil gubernur (cawagub) DKI Jakarta, yang katanya sudah diputuskan tim panelis, dipastikan batal disodorkan ke Gubernur Anies Baswedan. Pembatalan tersebut hanya karena tidak adanya tanda tangan Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta M Taufik yang sedang berada di luar kota.

Demikian disampaikan Humas DPW PKS DKI Jakarta Zakaria Maulana Alif di Jakarta, Senin (11/2/2019). Alasan lainnya, belum ada pertemuan antar parpol, dalam hal ini Partai Gerindra dan PKS.

"Enggak mungkin (dua nama cawagub diserahkan ke Anies). Intinya pertemuan pimpinan partai politik belum ada dan belum ada tanda tangan untuk menyampaikan surat dua cawagub ini ke gubernur DKI Jakarta. Alasannya, Pak Taufik di luar kota," katanya.

BACA JUGA:

Dua Nama Cawagub Diumumkan, Anies Siap Teruskan ke DPRD DKI

Cawagub DKI Mengaku Pasrah Jelang Pengumuman Dua Nama

Diumumkan Hari Ini, Dua Nama Cawagub Diserahkan ke Anies Senin Besok

Harusnya, menurut dia, pada Minggu, 10 Febriari 2019 kemarin PKS dan Gerindra sepakat menandatangani dua nama cawagub yang dihasilkan tim panelis. Namun dengan berbagai alasan kedua kader terbaik PKS itu gagal diserahkan ke Gubernur Anies hari ini.

"Kan kemarin hari minggu harusnya ditandatangan oleh dua partai politik sepakat dua nama ini akan kita bawa ke gubernur hari Senin ini. Tapi ternyata sampai kemarin alasannya (ada saja)," ujar Zakaria.

Padahal, menurut penilaian tim panelis dua cawagub DKI, yang diklaim sudah diputuskan itu, memiliki kemampuan mendampingi Anies Baswedan menjalankan roda pemerintahan Pemprov DKI Jakarta.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif mengatakan, pihaknya belum bisa memutuskan lantaran pihaknya meminta untuk bertemu dengan PKS DKI terlebih dahulu. Nantinya, pertemuan tersebut untuk membahas rekomendasi tim panelis, sebelum memutuskan dua nama cawagub.

Sebab, pihaknya melihat ada beberapa catatan yang diberikan tim panelis terkait dua nama kandidat yang direkomendasikan. "Ada beberapa notes yang disampaikan pada pimpinan partai. Pimpinan partai harus mendiskusikan kembali hasil rekomendasi tim fit and proper," kata Syarif saat dihubungi Minggu (11/2/2019).

Sebelumnya, Tim panelis sudah menyerahkan hasil fit and proper test dan rekomendasi nama cawagub kepada Gerindra dan PKS pada Jumat malam. Dua nama itu berasal dari tiga cawagub yang mengikuti fit and proper test, yakni kader PKS Abdurrahman Suhaimi, Agung Yulianto, dan Ahmad Syaikhu.

Terdapat empat orang sebagai tim panelis cawagub DKI Jakarta. PKS sendiri mengirimkan dua nama yakni mantan Wakil Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasojo dan Dosen UNJ, Ubedillah Badrun.

Sedangkan, Gerindra telah menunjuk dua nama untuk panelis, yaitu Peneliti Senior LIPI, Siti Zuhro dan Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Syarief.


Editor : Djibril Muhammad