5 Fakta Pembunuhan Anak 5 Tahun oleh Remaja di Sawah Besar

Rizki Maulana ยท Sabtu, 07 Maret 2020 - 20:43:00 WIB
5 Fakta Pembunuhan Anak 5 Tahun oleh Remaja di Sawah Besar
Rumah pelaku pembunuhan anak lima tahun di Sawah Besar, Jakarta. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Seorang remaja berinisial NF (15) menyerahkan diri ke polisi dan mengaku telah membunuh APA (5) yang tak lain adalah tetangganya sendiri, Jumat (6/3/2020). Pelaku mengaku kebingungan menangani jenazah korban yang disimpannya di lemari pakaian.

Polisi yang menerima laporan pelaku langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Tak sampai di situ, polisi juga mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

Pembunuhan diperkirakan terjadi Kamis (5/3/2020) sore. Keluarga korban tak mengira karena pelaku sering bermain dengan APA.

Keluarga sempat mencari korban ke sejumlah rumah warga hingga got dan mengira APA diculik. Berikut lima fakta yang berhasil dihimpun iNews.id terkait pembunuhan ini:

1. Pelaku secara sukarela menyerahkan diri ke polisi.

Polisi mengetahui kejadian ini dari laporan pelaku yang menyerahkan diri, Jumat (6/3/2020). Saat itu pelaku berkegiatan seperti biasa usai membunuh korban pada hari sebelumnya dan menyembunyikan jenazah di lemari pakaiannya.

"Pelaku sempat berangkat sekolah, tapi kemudian berbalik arah dan kembali ke rumah. Dia kemudian ganti baju dan menyerahkan diri ke polisi," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Heru Novianto.

Polisi lagsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan mayat korban di lemari pakaian. Garis polisi langsung dipasang di rumah pelaku.

2. Pelaku tidak menyesal dan justru mengungkapkan kepuasaannya.

Polisi menyoroti perilaku pelaku saat diperiksa. Menurut Heru pelaku sama sekali tidak menyesal usai membunuh.

"Pelaku dengan sadar diri menyerahkan diri ke polisi dan menyatakan telah membunuh. Tidak ada rasa penyesalan, justru menyatakan kepuasan," kata Heru.

Oleh sebab itu polisi akan memeriksa kejiwaan pelaku. Psikiater pun didatangkan.

3. Pelaku terinspirasi film.

Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, pelaku mengaku membunuh korban karena terinspirasi film berbau pembunuhan yang sering ditontonnya. Kemungkinan tersebut terlihat dari cara pelaku membunuh korban.

Awalnya korban dipancing agar masuk ke kamar mandi dengan sebuah mainan oleh pelaku. Begitu sampai di kamar mandi, pelaku langsung menenggelamkan korban ke bak beberapa kali hingga lemas.

Tak cukup sampai di situ. Setelah korban lemas dan diangkat dari bak mandi, pelaku melukai leher APA hingga mengeluarkan banyak darah. Mayat korban kemudian disembunyikan di lemari pakaiannya.

4. Polisi temukan coretan curhatan hati pelaku.

Setelah memeriksa rumah pelaku, polisi berhasil menemukan coretan tentang curahan hati NF di dua tempat. Yaitu di buku tulis dan sebuah papan.

Atas penemuan ini polisi memeriksa empat saksi termasuk keluarga korban dan pelaku. Polisi juga mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku.

5. Pelaku sejak kecil sering menyiksa dan membunuh hewan secara sadis.

Melalui serangkaian pemeriksaan, polisi menemukan fakta pelaku sering menyiksa hewan secara sadis sejak kecil. Bahkan hingga membunuh hewan-hewan tersebut.

"Memang sejak kecil pelaku sering bermain dan membunuh hewan secara gampang. Misal kodok ditusuk-tusuk pakai garpu, dia juga punya kucing kesayangan. Tapi saat kesal kucing itu sering dilempar dari lantai kedua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020).

Editor : Rizal Bomantama

Bagikan Artikel: