Ada Aksi Bela Tauhid 211, Jalan di Depan Stasiun Gambir Macet

Achmad Fardiansyah , Okezone ยท Jumat, 02 November 2018 - 14:21 WIB
Ada Aksi Bela Tauhid 211, Jalan di Depan Stasiun Gambir Macet

Kemacetan di depan Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018) siang. Kemacetan disebabkan Aksi Bela Tauhid 211. (Foto: Okezone/Achmet)

JAKARTA, iNews.id – Massa Aksi Bela Tauhid 211 telah bergerak dari titik kumpul mereka di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Beberapa menit setelah Salat Jumat tadi, mereka mulai melakukan long march (berjalan kaki) menuju Istana Merdeka. Aksi itu membuat arus lalu lintas di beberapa jalan menjadi macet.

Berdasarkan pantauan, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, ke arah Sawah Besar telah dipadati kendaraan. Kemacetan terlihat di depan Stasiun Gambir.

“Massa aksi, sudah mulai berdatangan dari tadi. Sekarang sebagian sudah di Masjid Istiqlal,” kata Kepala Pos Polisi Monas Timur, Ipda Dahroni, kepada wartawan di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/11/2018).

Lalu lintas di Jalan Menteng Raya dan Jalan Ridwan Rais juga tampak berantakan karena banyaknya kendaraan yang memilih memutar arah. Kondisi diperparah dengan banyaknya sepeda motor yang melawan arus di sekitar kawasan itu.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, sebelumnya mengatakan bahwa massa Aksi Bela Tauhid 211 akan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan sejumlah oknum Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Massa Aksi Bela Tauhid 211 akan mendesak pemerintah khususnya aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Penegakan hukum itu menurut dia tidak hanya terhadap pembakar bendera tauhid di Garut beberapwa waktu lalu, tapi juga aktor intelektual yang selama ini menyerukan, mendoktrin, atau mengarahkan untuk memusuhi bendera bertuliskan kalimat suci itu.

Sekitar 12.000 personel gabungan TNI, Polri, dan Satpol PP dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil