Anies Siapkan Ruang Interaksi Publik di Trotoar Thamrin-Sudirman
JAKARTA,iNews.id – Bukan saja mencabut aturan larangan pengendara kendaraan roda dua melintas di Jalan Mohammad Husni Thamrin – Jenderal Sudirman, Gubernur Anies Baswedan juga merancang tempat niaga untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang trotoar jalur tersebut. Rencananya, trotoar jalan yang memiliki panjang sekitar 6 kilometer ini disulap sebagai tempat untuk berinteraksi sektor ekonomi, sosial, dan budaya.
Anies menjelaskan, akan menjadikan trotoar sepanjang Thamrin-Sudiarman sebagai ruang berinteraksi publik. Dimana ke depan dilengkapi spot-spot perniagaan dan ruang pameran bagi seniman. Serta pusat perdagangan.
“Menjadi tempat untuk ruang ekspresi budaya. Kita memberi kesempatan kepada para seniman, budayawan untuk menunjukkan karya-karyanya di sana. Bukan hanya dari Jakarta tapi dari seluruh Indonesia,” terang Anies di balaikota, Selasa (7/11/2017).
Ketika ditanya ruang intereaksi ekonomi yang dimaksud adalah menampung PKL untuk berjualan di Thamrin-Sudirman, Anies berargumen, bukan semata-mata melegalkan PKL berjualan di trotoar. Dia mengaku hanya ingin menghormati dan memberikan kesempatan usaha kepada setiap warga negara dengan adil.
“Hormatilah setiap orang yang ikut berusaha, jangan istilahnya gitu mas.Kita ingin agar setiap warga negara mempunyai kesempatan usaha yang sama, Interaksi ekonomi itu adalah interaksi perdagangan,” terang dia.
Menurut Anies, grand design rancangannya tersebut saat ini masih digodok. Soal kapan bisa diterapkan, Anies dalam waktu dekat segera diumumkan.
“Tadi pagi juga sudah diskusi lagi, nanti insyaallah segera. Final gambarnya nanti kita tunjukkan. Nanti dari situ akan terlihat dan semuanya diatur, dengan diatur itu membuat kegiatan ekonomi, kegiatan sosial, maupun kegiatan kebudayaan yang ada di tempat itu bisa terkelola dengan baik. Tanpa ada pengaturan maka akan muncul masalah,” papar Anies.
Editor: Zen Teguh